Setelah pertemuan singkat mereka di rumah sakit, Giva dan Gerry pergi ke restoran untuk makan bersama. Selain makan tentu saja mereka mengobrol mengenai apa yang terjadi pada Tisa. Gadis malang yang sudah melalui masa sulit tanpa kehadiran keluarganya. Dan masih terus berjuang sendirian. “Jadi?” tanya Gerry sambil mengambil tisu kemudian menyapukannya pada bibirnya. Giva yang baru selesai minum menatap suaminya bingung. “Apanya?” tanyanya balik. Ia kemudian mengambil gelas berisi es tawar lalu meminumnya. “Kamu mau pura-pura lupa?” Giva menggeleng, dia sungguh tidak ingat apa yang sedang suaminya pertanyakan. “Emangnya apa?” tanyanya lagi. Gerry berdecak kemudian menjawab, “Kamu kan udah nuduh aku, kamu harusnya minta maaf, Gi. Tuduhan perselingkuhan itu bener

