sore pukul 14.25 pesawat yang kutumpangi mendarat di bandara internasional Singapore,aku dan pak Martin bergegas menuju pintu keluar setelah mengambil koper kami masing masing.
di pintu keluar kami langsung menaiki taxi yang sudah dipesan oleh pak Martin,mobilpun melaju membelah kota yang sangat indah dan bersih.
20 menit kemudian kami tiba disebuah apartemen,pak Martin mengajaku untuk turun.
sopir taxi membawakan koper kami sampai ke pintu loby apartemen .
" Ayuk Omi kita naik ke lantai 35,ujar pak Martin sambil menekan tombol yang ada di samping pintu lift.
aku mengikuti pak Martin masuk kedalam lift ,setelah tiba di lantai 35 kami segera keluar.
tak lama kami sampai didepan pintu no 3508 pak Martin menekan bel pintu.
seseorang membukakan pintu,seorang wanita cantik dengan rambut panjang sebahu memakai gaun orange menyambut kedatangan kami.
" silahkan masuk,pak Martin.sapa perempuan itu mempersilahkan kami masuk.
aku mengikuti pak Martin duduk diruang tamu yang cukup luas,sementara perempuan tadi kulihat masuk kesebuah kamar.
tidak lama kemudian keluar seorang laki laki berusia lima puluhan memakai kaos putih dan celana jeans biru,menghampiri kami berdua.
" selamat sore pak Wisnu,sapa pak Martin sambil menjabat tangan pria tersebut,aku pun mengikuti menyalami tangan pria yang berdiri dihadapan kami.
" ayo silahkan duduk, ."
" apakah ini saudari Naomi,ujar pak Wisnu menatapku lekat.
" iya pak saya Naomi." jawabku
"dimana suami saya sekarang pak Wisnu, aku memberanikan diri bertanya ke pak Wisnu.
" sabar Naomi nanti kamu pasti akan bertemu suamimu ." jawab pak Wisnu datar.
disaat kami sedang mengobrol dokter wanita berjas putih menghampiri kami.
" pak Wisnu ,Sam sudah bangun silahkan jika mau kekamar ya."
" baiklah ayo pak Martin,Naomi kita masuk ke kamar Sam sekarang.
aku mengikuti mereka berjalan menuju sebuah kamar,kulihat diatas tempat tidur bang Sam terbaring menatap kedatangan kami.
" pak martin,Naomi kalian sudah datang.?"
" iya bang aku sudah tiba dua puluh menit yang lalu sahutku."
" kemarilah sayang..bang Sam mengulurkan tangan dan memeluku,kami menangis haru.
" gimana kabarmu sayang,ucap bang Sam sambil menatapku.
" aku baik baik saja sayang,sebenarnya apa yang terjadi denganmu sayang,kenapa kamu ada di tempat ini."
"ceritanya panjang sayang, seseorang hendak mencelakaiku,untung saja pak Martin menolongku dan mebawaku ketempat ini."
" siapa yang telah berbuat jahat denganmu sayang, tanyaku penasaran.
" kami sedang menyelidiki apa tujuan orang tersebut menyerang Sam, yang pasti setelah Sam dipukuli dan dibuat tidak sadar, Sam dibawa seseorang ke bandara menuju Singapore, saat keluar dari bandara Sam sempat melarikan diri dari orang yang menculiknya, Sam bersembunyi di cafe saya dan bertemu saya,saat itulah Sam bercerita padaku, dan aku membawa Sam kerumah sakit,setelah keadaan Sam membaik saya bawa keapartemen ini, Sam memintaku untuk menghubungimu naomi."
aku kaget sekali mendengar penjelasan pak Martin,lalu siapakah pak Wisnu apakah beliau juga punya andil dalam menyelamatkan suamiku."
setelah memberi penjelasan mereka berdua keluar dari kamar,tinggal aku dan suamiku.
" sayang,kamu sudah makan belum." suamiku menanyaiku sambil memegang tanganku.
" belum bang," apakah kita akan tinggal disini bang, aku menatap suamiku.
" iya sementara kita tinggal diapartemen pak Wisnu sampai keadaanku pulih." aku akan menyelidiki siapa orang yang mencelakaiku,." sahut bang Sam
"apakah selama ini Abang punya musuh atau orang yang ingin menghancurkan bisnismu.?" tanyaku penasaran.
"aku rasa tidak ada sayang,rekanan Bisnisku semua bersaing dengan sehat dan sportif,maka dari itu aku akan menyelidiki siapa sebenarnya orang yang menyerangnya waktu itu."
" waktu Abang pulang dari rumah sakit, ada seseorang menghubungi Abang,dia bilang Haris kecelakaan dan harus dibawa ke rumahsakit ,karena panik Abang langsung menuju ketempat kecelakaan yang ditunjukan oleh si penelefon, saat itu Abang melihat kerumunan dan ada orang yang tergeletak di jalan. Abang segera menghampiri dan baru saja Abang keluar dari mobil ada orang yang memukul kepala Abang dan Abang gak tau apa yang terjadi selanjutnya sampai Abang tersadar waktu didalam mobil diperjalanan menuju bandara."....
sebelum cek in orang yang membawa Abang mengacam agar Abang mengikuti arahanya, jangan berontak apalagi melarikan diri,entah kenapa Abang menuruti kemauan mereka." ...
" Abang ingat wajah mereka, " tanyaku
" iya Abang ingat wajah mereka cuma Abang belum pernah ketemu dengan mereka dan mulut Abang susah untuk bicara seperti ada yang mengganjal ditenggorokan."
aku menatap suamiku, badanya lemah dan masih terlihat seperti kesakitan.
aku beranjak dari kursi mengambil gelas dan kutuang air minum, aku sodorkan kesuamiku, minum dulu bang,setelah ini aku akan mandi dulu ya, badanku terasa lengket sekali .
suamiku mengangguk sambil menyandarkan kepalanya di tepi ranjang.
aku bergegas mandi,dikamar mandi aku berfikir bagaimana caranya aku menjelaskan ke suamiku tentang kehamilanku apa yang akan dilakukan suamiku jika aku hamil,sedangkan kondisi bang Sam masih trauma."
"ah sebaiknya suamiku jangan tau dulu tentang kehamilanku,aku gak sanggup jika dia syok dan menambah beban fikiranya,,aku harus cari waktu yang tepat untuk memberitahukan kehamilanku.
selesai mandi aku duduk disofa yang ada disudut kamar,sambil mengeringkan rambut.
tok....tok...tok...
" masuk,bang sama menyahut.""
" pak sam silahkan keluar,sudah ditunggu di ruang makan untuk makan malam." art cantik dan masih muda menhampiri kami.
"ok mbak sebentar lagi kami keluar."
" baik pak kalau begitu saya permisi dulu.' ujar art sambil melangkah keluar kamar.
aku membantu bang Sam turun dari ranjang dan kami keluar kamar menuju ruang makan.
kulihat pak Wisnu,pak Martin dan Kevin sudah menunggu.
"Ayuk silahkan Sam,Naomi kita makan malam bersama,Oya Sam gimana kakimu apa sudah tidak sakit lagi untuk berjalan." pak Wisnu mencerca pertanyaan kesuamiku saat kami sudah duduk di kursi makan.
"sudah agak mendingan pak,cuma jika malam hari menjelang sebuh sendi kaki masih terasa ngilu." sahut suamiku.
aku mengambilkan nasi dan lauk kuletakan dipotong bang Sam.
saat kami makan pak Wisnu sering memamdangiku.
pak Martin dan Kevin tidak banyak bicara,hanya pak Wisnu yang senang mengobrol.
aku mengamati pak Martin dan Kevin,mereka fokus menghabiskan hidangan diatas meja ,sambil sesekali menatap layar ponselnya.
"makanya dihabisin sayang,setelah ini aku akan mengajakmu jalan jalan dibawah apartemen,sudah cukup lama aku terkurung disini,bosan rasanya....ujar suamiku.
aku mengangguk dan segera menghabiskan makanan dipiringku.
saat kami sedang menikmati makanan penutup,ada buah dan puding, pak Martin membuka suara.
"Sam, sepertinya keadaan kamu sudah pulih,besok saya dan Kevin akan kembali kejakarta,,,,,,, ada hal penting yang akan aku sampaikan padamu." ucap pak Martin serius
"iya pak keadaan saya sudah pulih 90 persen meskipun kadang sendi dilutut kaki saya terasa nyeri jika tengah malam menjelang subuh." sahut suamiku
"apa yang mau pak Martin sampaikan ke saya,pak."
"saya punya teman pengusaha disini,beliau ingin anaknya mengembangkan bisnis propertinya diindonesia,jika kamu mau saya bisa kenalkan dengan anak teman saya besok siang,karena sore saya sudah harus kembali ke Jakarta,,gimana." tanya pak Martin sambil mengunyah buah dimulutnya.
"oh baik pak Martin saya sangat bersedia,besok jam berapa untuk ketemuanya pak,dan apakah saya boleh mengajak istri saya...,"
" besok jam 11.00 di city plaza,silahkan bawa istrimu,tapi saya hanya mempertemukan kalian dengan anak teman saya,karena saya dan Kevin harus segera ke airport." pak Martin menjawab pertanyaan suamiku dengan antusias.
"baiklah pak Martin,, terimakasih." imbuh suamiku
°°°°°°°°°°°°°°°°°
saat masuk kamar dengan suamiku aku langsung membuka koper pakaianku,aku akan memilih pakaian yang bagus untuk aku kenakan besok saat ketemu orang yang di ceritakan pak Martin tadi.
aku mengbil dua gaun dan kuperlihatkan ke suamiku
"bang bagus mana baju yang orange ini apa yang hitam." tanyaku ke bang Sam sambil menempelkan baju ketubuhku.
"yang warna hitam saja sayang,kulitmu terlihat bersinar dan cantik kalau pake warna hitam." sahut suamiku sambil duduk diatas pembaringan.
"ok deh,besok aku pake baju ini." ujarku sambil menggantung baju yang disarankan suamiku ke lemari pakaian.
"sayang,Ayuk kita kebawah,kita jalan jalan biar gak suntuk." ajak suamiku
kami berdua ijin ke pak Wisnu karena beliau sedang menonton televisi,sedangkan pak Martin dan Kevin mungkin sedang dikamarnya masing masing.
setelah sampai loby utama kami memutuskan jalan jalan di taman samping apartemen.
"sayang,abang perhatikan kamu agak gemukan ya sekarang." ujar suamiku sambil menatapku lekat
ya Allah....aku jadi gugup ditatap bang Sam seperti ini,,,aku masih belum siap untuk menceritakan kehamilanku....aku takut !
"iya bang soalnya Eva tiap hari masak enak,jadi aku nambah nafsu makan,dan kalau malam juga suka ngemil karena kamu gak ada,aku merasa kesepian gak ada teman ngobrol seperti biasanya sayang."
aku mencoba menjawab pertanyaan bang Sam sambil tersenyum.
"oh ya,kita belum hubungi mama sama papa bang,gimana kalau sekarang kita telefon mereka,ujarku mengalihkan obrolan.
"iya sayang,Abang telefon sekarang.'
tring....tring.... tring
terdengar handpone suamiku memanggil.tak lama kemudian ada yang mengangkat.
"hallo ma....
"iya ma,ini aku Sam,sekarang disingapore ma,mama sehat kan ma."
aku hanya bisa mendengar suara suamiku,kadang terlihat wajahnya sedih dan kadang serius bercerita ke mama.
setelah selesai menelpon bang Sam meletakan handphone nya disaku celana,dan kembali duduk didekatku.
"gimana bang respon mama setelah mama tau Abang disini." tanyaku
"mama gak menyangka aku bisa sampai disini,setelah aku ceritakan kejadian yang menimpaku mama merasa sedih, dan berharap kita secepatnya kembali kerumah sayang.'
"bang kami lihat orang didepan itu gak,dari tadi aku lihat kayaknya dia merhatiin kita terus."
"yang mana...." mata suamiku melihat kedepan disebrang jalan di depan toko baju ada seorang laki laki memperhatikan kearah kami.
"itu laki laki yang pake kaos kuning bang,kamu lihat kan."
"iya sayang siapa ya dia kenapa merhatiin kita terus."
kulihat laki laki itu berjalan menghampiri kami,aku dan suamiku diam menunggu laki laki itu sampai dihadapan kami."
"maaf mengganggu ."ujar lelaki itu dingin.
"tidak apa apa bang,Oya anda siapa ya,kenapa memperhatikan kami terus dari tadi." suamiku bertanya sembari menatap laki laki yang sekarang berdiri dihadapan kami.
"saya hanya mengingatkan kalian,hati hati dengan orang orang yang kalian temui disini." jawab lelaki dihadapan kami.
"maksud anda apa ya." bang Sam menyipitkan matanya.
"aku tidak bisa menjelaskan kekalian sekarang,tapi ingat pesanku berhati hatilah.
sejurus laki laki tersebut mendongak keatas,sepertinya menatap apartemen pak Wisnu dan seketika laki laki itu bergegas pergi."
aku dan bang Sam ikut melihat keatas,aku melihat jendela apartemen pak Wisnu terbuka....siapa yang melihat kami dibawah ya " bathinku
suamiku dengan sigap berdiri dan mengejar laki laki yang berjalan cepat dan menyeberang jalan,begitu suamiku mau menyebrang mengikuti ada mobil lewat dan saat mobil itu berlalu laki laki misterius itu sudah tidak kelihatan lagi.
aku pun ikut berjalan dibelakang bang Sam.
"bang,kemana laki laki tadi ya
" aku menatap lurus ketoko baju diseberang jalan yang sudah sepi pengunjung.
"iya,kemana ya laki laki itu." bang Sam terlihat ngos ngosan karena tadi berlari mengejar laki laki misterius.
"bang,udah malam sebaiknya kita kembali keapartemen,kita istirahat besok kita kan mau ketemu seseorang." aku mengajak suamiku yang terlihat kelelahan pulang keapartemen.
"iya sayang,sebaiknya kita keapartemen." Ayuk....bang Sam menggandeng tanganku menyebrang jalan menuju apartemen.
setelah sampai di apartemen keadaan sepi sekali,mungkin mereka sudah istirahat dikamar masing masing.
aku dan bang Sam langsung menuju kamar,aku pamit dengan suamiku untuk segera mandi badan rasanya sudah lengket.
"kamu dah selesai mandi sayang."
"sudah,sekarang gantian Abang mandilah setelah itu kita istirahat."sahutku sambil duduk disampingnya.
krek....ceklek ...
pintu kamar mandi sudah ditutup bang Sam.
aku mengambil gawaiku yang kuletakan diatas bantal.
kubuka aplikasi hijau,ada pesan masuk dari Haris dan mama.
{omi,gimana keadaan kamu dan bang Sam disana,baik baik aja kan }
{iya ris,kami baik baik aja disini,}
send....
kubuka pesan dari mama mertuaku.
{Omi,kamu jangan lupa ingatkan Sam makan yang banyak,minum vitamin dan jangan banyak fikiran supaya keadaanya cepat sehat ya,mama tunggu kepulangan kalian }
{iya,ma...Omi akan lakukan apa yang mama suruh ke Omi,mama tenang aja ya }
send....
"siapa yang kirim pesan sayang," tanya bang Sam saat keluar kamar mandi
"mama tadi wa nanyain keadaan kita disini,sama mama pesan untuk ingatin Abang jangan telat makan," aku terpaksa gak bilang jika Haris juga kirim pesan,aku gak mau ada pertanyaan lebih lanjut dari suamiku.
setelah aku dan suamiku mandi,segera kita beristirahat karena sudah larut malam,seperti biasa suamiku tidak melakukan kewajibannya sebagai suami untuk menafkahi bathinku , bang Sam tidur sambil memeluku.
mataku belum bisa terpejam,telingaku mendengar dengkuran halus dari mulut bang Sam,rupanya dia sudah terlelap.
kulihat jam diponselku sudah pukul 01.20 menit,aku beranjak dari tempat tidur,rasanya haus sekali,,,
krek...
pintu kamar aku buka dan kulangkahkan kaki menuju dapur, ketika aku hampir sampai dipintu dapur sekilas aku melihat ada seorang perempuan menaiki tangga,dia keluar dari ruang tengah yang ada disamping dapur menuju tangga dan naik keatas.
aku terkejut sekali karena selama disini aku tidak melihat ada perempuan yang tinggal disini selain asisten rumah tangga.
"siapa ya perempuan tadi,kenapa ada disini dan kapan masuknya."
setelah minum,aku mengambil gelas besar kutuang air putih kubawa kekamar siapa tau bang Sam nanti haus...aku siapkan minum dikamar.
saat aku hendak membuka pintu kamar,aku mendengar suara dari lantai atas.
meskipun tidak terlalu jelas apa yang dibicarakan,meskipun dari kamarku kelantai atas cukup jauh tapi karena malam sudah larut dan sepi aku bisa mendengar suara orang yang sedang berbicara meskipun samar samar.
"siapa ya yang lagi ngobrol diatas." bathinku
aku berjalan perlahan menuju bawah tangga,suara itu lumayan jelas dari sini.
aku mengendap endap menaiki anak tangga,kulihat diruang televisi aku lihat pak Wisnu sedang mengobrol dengan perempuan yang aku lihat tadi.
"Jesica kamu harus bisa menjalankan apa yang diperintahkan papamu,jangan sekali kali kamu coba untuk melawannya,karena kamu akan tau sendiri resikonya kes." suara pak Wisnu terdengar tegas meskipun pelan.
"aku tau om,meskipun ini berat buatku tapi aku gak berani menolaknya,karena papa tidak suka di bantah."
perempuan bergaun merah menjawab dengan suara parau.
"syukurlah kalau kamu paham sifat papamu." ya udah jes sudah larut malam kamu istirahatlah."
"baik om,aku duluan kekamar ya."
aku membalikan badanku masih mengendap endap dan berjalan pelan menuju kamarku,setelah kuambil gelas berisi air minum untuk keperakan dikamar.
krek...
pintu kamar kubuka perlahan dan aku menguncinya dari dalam.
fikiranku masih berkecamuk,penasaran siapa wanita itu,kenapa baru malam ini aku melihatnya,apa bang Sam kenal dengan wanita itu."
aku merebahkan tubuhku disamping suamiku,dia sudah terlelap nyenyak sekali tidurnya.
••••••••••••
pagi hari pukul 8.00 setelah kami sarapan,aku dan bang Sam pamit untuk bertemu tamu yang sudah dijadwalkan hari ini.
saat sarapan tadi,aku tidak melihat perempuan bernama Jesica.
dan aku tidak punya keberanian untuk menanyakan ke om Wisnu.
biarlah nanti aku tanya ke bang Sam siapa tau dia kenal sama Jesica.
kami naik taxi menuju tempat yang sudah dijanjikan.
pukul 8.40 taxi yang kami tumpangi tiba di sebuah perkantoran elite di negara singa ini.
setelah memberitahu maksud kedatangan kami keresepsionis,kami dipersilahkan naik kelantai 15.
saat kami masuk ke sebuah ruangan,,aku tertegun disana sudah ada tiga orang yang sudah menunggu kedatangan kami.
aku dan suamiku masuk dan menyalami mereka satu persatu, mereka mempersilahkan kami duduk diseberang meja mereka.
aku memperhatikan satu persatu orang yang ada dihadapanku,saat netraku bertemu dengan seorang laki laki paruh baya usianya sepantaran om Wisnu ,pandangan kami bertemu,laki laki berjas kream menatapku lekat.
ada desir halus ditinggal dadaku,
"kenapa laki laki itu menatapku dan matanya begitu teduh,mengingatkanku akan sosok ayah dikampung."
"selamat datang pak Sam, senang bertemu dengan anda." seorang wanita bonafid membuka pembicaraan.
"terimakasih Miss,." sahut bang Sam santun.
"Oya perkenalkan ini istri saya,Naomi namanya." bang Sam mengajaku berdiri dan membungkuk memberi salam kemereka.
"baiklah pak Sam,kita mulai saja ya meeting sekarang."wanita yang duduk paling ujung memulai pembicaraan,aku menyimak semua ucapan ya termasuk bang Sam.
"jadi proyek akan segera kita kerjakan setelah kita semua tanda tangan kontrak." untuk lokasi tanah sudah kita dapatkan didaerah timur Jakarta. untuk pengerjaanya semua kami serahkan ke perusahaan pak Sam. dana akan kamu kucurkan 50 persen setelah tanda tangan kontrak ,dan kami akan mengecek secara langsung pembangunan apartemen dua Minggu sekali.
"bagaimana pak Sam,apakah ada yang mau ditanyakan. dengan santai wanita perlente dihadapanku mengajukan pertanyaan ke bang Sam.
"saya kira cukup jelas penjelasanya miss Natalie,setiba dijakarta saya akan membuat team khusus untuk projek ini."ujar bang Sam.
setelah semua sepakat kami pun berjabat tangan dan berpisah,aku dan suamiku turun ke lobby dan memesan taxi.
setelah kami masuk kedalam taxi dan mulai berjalan,aku melihat Jessica berjalan menuju lobby dan memasuki gedung yang baru saja kami tinggalkan.
oh iya aku sampai lupa mau menanyakan ke bang sama apakah dia kenal sama Jessica.
" bang,apa kamu kenapa sama Jessica," aku merubah posisi duduku menghadap suamiku.
"Jessica siapa,bang Sam menoleh ke arahku."
"yang diapartemen pak Wisnu,semalam saat aku mau kedapur aku lihat ada perempuan dari ruang tengah naik kelantai atas,aku mengikuti perempuan itu sampai di anak tangga,dan perempuan itu ngobrol sama pak Wisnu,dan memenaggil perempuan itu Jessica."
"mereka ngobrol apa,kenapa aku gak pernah melihatnya ya.," diapartemen itu cuma ada pak Wisnu dan asisten rumah tangga." bang Sam mengernyitkan alis kebingungan.
"iya bang aku juga heran karena waktu kita sarapan perempuan itu tidak terlihat sama sekali." aku gak berani bertanya ke pak Wisnu.imbuhku.
sesampai diapartemen kami disambut oleh art nya pak Wisnu.
" mbk, pak Wisnu dan yang lainya kemana, kok sepi ya" tanya bang Sam setelah art pak Wisnu membukakan pintu.
"oh iya pak,saya tadi suruh sampaikan pesanan pak Martin kalau hari ini mereka,pulang keindonesia," sahutnya sambil menutup pintu depan.
aku menatap art yang masih berdiri dibelakang pintu,setelah aku perhatikan art ini cantik sekali meskipun pakainya sangat sederhana tapi wajah dan kulitnya putih bersih matanya bulat,hidung mancung dan rambutnya hitam panjang sepertinya sangat terawat,heran juga kenapa wanita secantik dia mau bekerja sebagai art .ah,,kenapa aku harus memikirkan dia bukankah itu haknya mau kerja apapun,bathinku...
"Ayuk sayang kita kekamar istirahat." ajak bang Sam
aku mengikuti bang Sam masuk kekamar dan beristirahat,kepalaku agak pusing,,,dari kemarin sebenarnya kondisi badanku tidak sedang fit,kepalaku pusing dan aku ngidam pengen sesuatu,tapi aku gak berani menyampaikan ke suamiku,,aku masih belum siap memberitahu ke bang Sam tentang keadaanku.
ya Tuhan ....ampuni dosa hamba,beri hamba kekuatan untuk menjalani semua ini."
kami berkemas merapikan barang barang yang akan kami bawa pulang besok,hanya dua koper pakaian dan tas tangan yang akan kami bawa besok .
malam pukul 19.00 pak Wisnu pulang dan mengajak kami ngobrol diruang tengah.
"bagaimana pertemuan kalian tadi pagi Sam." pak Wisnu mengawali obrolan.
"sudah ada kesepakatan kerja sama om,lusa Miss Natalie akan menyimpan draft kerjasama ke email saya." saya akan segera buat MOU dengan perusahaan Natalie .
"baguslah Sam, semoga kerjasama kalian akan panjang,karena perusahaan Natalie salah satu perusahaan terbaik dikora ini." ujar pak Wisnu seraya manggut-manggut .
"kalian mau pulang ke Makasar apa kejakarta dulu baru kemakasar."
"kami pulang kemakasar dulu om,meskipun transit Jakarta tapi kami akan langsung melanjutkan penerbangan kemakasar." kasian orang tua kami sudah menunggu kepulangan saya om." sahut bang Sam .
"baiklah kalau begitu,besok om antar kalian kebandara." om kekamar dulu ya mau istirahat...ujarnya.
"iya om,silahkan dan terimakasih besok mau mengantar kami ke bandara." kami pun berjalan menuju kamar untuk beristirahat.
dikamar bang Sam duduk disampingku sambil menatap ponselnya.
"sayang....maafkan Abang ya,sampai detik ini Abang belum bisa membahagiakan kamu." sudah berbagai macam pengobatan aku jalani,tapi kondisi Abang masih tetap sama,,tidak ada perubahan,,sekali lagi maafin Abang ya sayang." netra bang Sam memerah,,hampir tumpah air matanya...
"ya Allah,,hatiku begitu hancur melihat bang Sam begitu bersedih akan kondisinya...maafkan aku juga bang,aku telah mengkhianati mu,,aku telah berbuat dosa bang..air mataku pun jatuh..bang Sam memeluku dan kami menangis dalam diam.
sampai kita tertidur bang Sam masih memeluku...ku usap wajahnya,,,laki laki yang begitu baik,perhatian dan sangat menyayangiku...telah aku sakiti,betapa hancur hatinya nanti jika tau aku hamil dengan adik kandungnya sendiri,,,ya Allah aku gak sanggup membayangkanya.
bersambung........