semalaman aku gak bisa tidur,aku hubungi bang Sam tidak diangkat pesanku pun masih ceklis,aku cemas dengan keadaan bang Sam dan orang tuanya karena semua tidak bisa dihubungi .
menjelang subuh aku merasa sangat ngantuk dan lelah sekali ,badanku sakit semua dan akhirnya akupun tertidur.
aku lihat jam di gawaiku sudah pukul 07.00 bergegas aku turun dari ranjang mau kekamar mandi,saat jalan menuju kamar mandi bagian bawah tubuhku terasa sakit dan pegal,aku meringis menahan sakit.aku mandi dengan air panas supaya pegal pegal ditubuh ku hilang.selesai mandi aku berganti pakaian dan keluar kamar,suasana rumah sepi tidak ada siapa siapa.pada kemana ya papa mama apa belum pulang dari semalam dan kemanakah Haris,aku tidak melihatnya.
aku mencoba menghubungi bang Sam tapi tetap handphonenya gak aktif.
" kamu kemana si bang kenapa gak memberi kabar dari semalam." aku duduk diruang tamu memikirkan suamiku,aku cemas sekali.
terdengar suara mobil memasuki halaman rumah,aku berdiri menuju pintu depan untuk melihat siapa yang datang. ternyata papa sama Mama.
" pa,ma dah pulang ya,kok gak sama bang Sam."
" loh bukanya Sam semalam dah pamit pulang setelah diambil darahnya dia pamit sama mama mau pulang Omi." mama kaget mendengar pertanyaan ku.
" belum pulang mah,dari semalam aku hubungi bang Sam handphonenya gak aktif mah."
" kok bisa Sam belum pulang padahal semalam dia sudah pamit pulang jam 00.30 kemana dia." papa terlihat sangat cemas.
coba mama telefon Haris dulu,tadi jam 06.30 dia hubungi mama katanya mau ke proyek dipinggir kota karena papa sama Sam dirumah sakit dia menggantikan posisi papa dan Sam.
mama segera menghubungi Haris tapi gak lama mama menutup handponya.
" gimana ma apa Haris tau Sam dimana.,," tanya papa
" Haris juga gak tau Sam dimana pa,tadi pagi dia juga hubungi Sam tapi handphonenya gak aktif.
" Ayuk mah kita masuk kedalam ,mama sama papa pasti capek semalaman dirumah sakit.
kami masuk kedalam rumah kulihat mama begitu sedih.
aku kebelakang membuatkan minum untuk mertuaku,tanganku sedikit gemetar badanku sakit semua,kupaksakan berjalan keruang tengah membawakan teh panas buat mertuaku.
" Omi,kamu kenapa jalanya membungkuk begitu,apa kamu sakit." tanya mama
" iya tadi papa perhatikan didepan kamu jalan agak membungkuk kenapa mi.papa mertuakupun menayaiku.
" semalam aku terjatuh dikamar mandi pa kakiku terkilir dan punggungku kebentur tembok,jawabku berbohong,aku takut sekali mereka mencurigaiku ,karena semalam aku hanya berdua sama Haris.
" sudah diobati belum mi, mama ada salep buat mengobati sakit otot,kamu ambil saja dilemari dapur mama simpan disana.,sahut mama mertua
" iya mah nanti Omi ambil obatnya,ini Omi buatkan teh panas diminum ya ma,pa." aku meletakan dua gelas minuman teh panas dimeja dan kembali kedapur mencari salep yang disimpan mama."
meskipun kakiku sebenarnya tidak keseleo tapi aku gak mau membantah mama mertuaku,takutnya nanti malah banyak pertanyaan.
saat aku sedang mengolesi kakiku dengan salep pemberian mama kudengar suara mobil berhenti didepan rumah. tak lama kemudian kulihat Haris masuk dan langsung menemui papa sama Mama.
" ris gimana apa kamu sudah tau abangmu dimana.tanya mama sambil memegang tangan Haris.
" belum ma,sampai saat ini bang Sam belum bisa dihubungi,jawab Haris.
aku mendengarkan percakapan mereka dari dapur,hatiku sedih cemas kemana suamiku sebenarnya.fikranku semakin kacau ,aku takut ada apa apa dengan suamiku.
kulihat Haris berjalan masuk kedapur dan menghampiriku.
" kak Omi maaf ya aku sudah hubungi bang Sam berkali kali tapi handponya tidak aktif,aku juga sudah menyakan kawan kawan bang Sam dan karuawny dikantor tapi mereka semua bilang tidak melihat bang Sam sudah dua hari yang lalu,karena bang Sam sudah melimpahkan semua pekerjaan kantor ke asistenya.
" kakak khawatir sekali sama bang Sam ris,kenapa dia pergi gak ngabarin kakak,apa sebenarnya yang terjadi,apa abangmu marah sama kakak,. aku sesenggukan sambil memandang Haris.
" kak Omi jangan nangis kak,sabar aku yakin bang sam gak pergi jauh dari sini,mungkin dia main ketempat kawan lamanya dan disana susah signal,Haris berucap meyakinkanku.
hatiku masih saja belum tenang aku merasa ada sesuatu terjadi pada suamiku.
"ya sudah kakak mau kekamar mau istirahat,jawabku sambil melangkahkan kaki kekamar,saat melewati ruang tengah aku sudah tidak melihat papa dan mama,mungkin mereka beristirahat dikamar bathinku , saat akan merebahkan tubuhku keatas ranjang aku mendengar suara mobil dan menjauh dari rumah.sepertinya Haris keluar lagi.
°°°°°°°°°°°°
sudah dua hari kepergian bang Sam tanpa kabar berita.mertuaku dan adik iparku sudah melaporkan kepihak kepolisian,dan polisi sedang melakukan pencarian.
sore hari pukul 15.30 aku merasa jenuh dirumah terus papa mama sedang pergi bersama Haris,
apa aku jalan jalan. aja ya keluar lihat pantai yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumah bang Sam.
aku mengambil tasku dan memasukan ponselku kedalam tas, kukunci pintu rumah dari luar,Aku tau Haris bawa kunci serep saat pergi tadi pagi.
aku berjalan melewati rumah rumah tetangga, disini suasananya tidak sepi tapi tidak juga begitu ramai,jarak rumah bang Sam ke pusat kota sekitar lima belas menit.
ditengah jalan aku bertemu seseorang yang menegurku.
" eh,kamu istrinya Sam kan mau kemana kak,sapa perempuan muda yang usianya sekitar 22 tahun.
aku menoleh dan tersenyum," iya saya istrinya Sam." jawabku
" aku mau jalan jalan ke pantai, pe ngen lihat pemandangan disana.ujarku sambil menatap gadis didepanku.
" Ayuk kak aku temenin,gak enak Lo jalan jalan sendirian. gadis itu menawarkan untuk menemaniku
" boleh, Oya namamu siapa , tanyaku .
" aku Feni kak, rumahku itu yang warna abu abu,kata gadis itu sambil menunjuk rumah didepanku
aku melihat rumah didepanku,rumah yang cukup besar didepan rumahnya aku melihat ada dua mobil terparkir di garasi.
" Ayuk kak kita jalan sekarang mumpung gak lagi panas, biasanya jam segini masih panas,ini cuacanya lagi teduh banget enak buat jalan jalan. ucap feni mengajaku
kami berdua jalan berdampingan kulihat Reni gadis yang cantik,kulitnya putih,rambutnya ikal dan badanya tinggi semampai.
" kak,sini kita duduk diatas batu in,sebentar lagi kita akan lihat sunset dari sini,indah banget kak,ajak Feni sambil menggandeng tanganku.
aku mengikuti ajakan Feni dan duduk diatas batu disamping Feni.benar saja saat itu terlihat sunset dikejauhan,warnanya jingga menyala diatas permukaan laut,sepertinya matahari hampir menyentuh air laut.
" indah kan kak,tanya Feni sambil menoleh padaku "
" iya fen sangat indah p mandangan disini saat menjelang Maghrib."
setelah puas memandangi sunset,aku mengajak Feni pulang kulihat jam diponselku pukul 17.30
kami berdua pun berjalan pulang,ketika sampai didepan rumah Feni dia mengajaku mampir tapi aku belum bisa menerima ajakannya karena Harris segera pulang kerumah mertuaku.
ketika memasuki halaman rumah aku melihat ada dua mobil terparkir di depan,yang satu mobil Haris yang satunya aku belum tau mobil siapa.
aku masuk dan kulihat di ruang keluarga Haris mama papa dan laki laki sepantaran bang Sam sedang mengobrol,aku menyapa mereka semua.
" assalamualaikum pa,ma."
" eh,Omi kamu dari mana saja tadi mama cari kamu dikamar gak ada."
" saya habis jalan jalan ke pantai mah,jawabku sambil menyalami tamu yang duduk di sebelah Haris.
" ini istrinya Sam ya,tanya laki laki yang barusan kisalami.
" iya bang, jawabku sambil didukndi samping mama.
" jadi begini Omi, Dedi ini kemarin melihat bang Sam masuk ke sebuah cafe dijalan Kartika bersama teman laki lakinya,kebetulan Dedi lagi disana sama partner bisnisnya.bang sama duduk agak jauh dari meja yang Dedi duduki bersama kawanya . tidak berapa lama bang Sam keluar lagi bersama kawanya dan pergi dengan mobil bang Sam .
haris menjelaskan maksud kedatangan Dedi padaku ,tapi pagi ini Dedi melihat laki laki yang bersama bang Sam keluar dari kantor bang Sam seperti terburu buru. dan langsung naik mobil yang dikendarai oleh seorang perempuan cantik dan masih muda, mereka dengan cepat keluar dari kantor bang Sam .
aku termenung mendengar penjelasan Haris,siap laki laki itu kenapa dia tak bersama bang Sam lagi setelah kemarin bang Dedi melihatnya di cafe.
" iya mi ,saya coba hubungi Sam tapi ponselnya tidak aktif," ujar bang Dedi sambil menatapku.
" dari kemarin malam emang sudah gak aktif ponselnya bang,"
" kami akan melapor kan kepolisi jika besok Sam masih belum ada kabar,papa menimpali dengan sorot mata kesedihan.
°°°°°°°°°°°
sudah dua Minggu bang Sam tidak ada kabar berita, tiap malam aku selalu berdoa kepada Tuhan agar suamiku bisa kembali dan berkumpul bersama dirumah ini.
polisi sudah mencari ke rumah kawan kawan bang Sam,ke tempat tempat yang biasa dikunjungi bang Sam tapi hasilnya nihil. bang Sam menghilang bak ditelan bumi .
pagi ini pukul 07 .00 setelah mandi aku keluar dari kamar menuju ke dapur,kulihat Eva lagi mengiris bawang merah dan memasukan ke penggorengan,aku mendekati Eva.
" masak apa va,harum banget nih baunya.tanyaku sambil mengendus bau bawang goreng.
" bikin sop iga sama omlet telur kak,jawab Eva sambil menoleh ke arahku.
mendadak perutku mual mencium bau bawang goreng,aku mencoba untuk tidak muntah tapi perutku rasanya seperti dikocok,aku lari kekamar mandi.
huwek.....huwek.... huwek
badanku terasa lemas dan kepalaku pusing sekali ,setelah membasuh muka aku keluar dari kamar mandi Eva memandangiku khawatir.
"kak Omi sakit ya,pucat banget wajah kak omi.tanya Eva kasian
" gak tau va,tiba tiba perutku mual dan kepala sakit banget,aku mau kekamar dulu ya mau istirahat."
" iya kak istirahat aja dikamar ."
ketika berjalan memasuki kamar aku sudah gak tahan lagi,kepalaku sakit sekali dan badanku lemas,aku nyaris jatuh didepan pintu kamar, seketika kulihat Haris keluar dari kamar dan mendekatiku.
" kak Omi kenapa ,kok sempoyongan jalanya.tanya Haris sambil mendekat ke arahku.
" gak tau ris perutku mual dan kepalaku sakit sekali.aku menjawab pertanyaan haris tanpa menoleh kearahnya.
" Ayuk kak aku bantu kekamar,."
" kak,wajahmu pucat sekali, aku panggil dokter keluarga ya kak,.sebentar aku ambil ponselku. Haris bergegas keluar kamar dan kembali sambil bicara dengan seseorang di ponselnya.
" baik dok saya tunggu ya kedatanganya secepatnya."
Haris mematikan ponselnya dan mendekatiku.
" dokter setengah jam lagi nyampe sini kak,kakak tunggu aja ya, aku mau ke belakang ambil vitamin buat kak Omi."
aku diam saja melihat kesibukan Haris,hatiku cemas sekali jangan jangan aku hamil,bagaimana jika keluarga bang Sam tau aku hamil apa reaksi mereka.
aduh kepalaku semakin sakit kalau harus membayangkan semuanya,papa mama belum tau keadaan bang Sam,tapi bagaimana jika bang Sam tau kalau aku hamil.
ehmrr ...ini semua gara gara Haris.
setengah jam kemudian aku mendengar suara mobil berhenti didepan rumah,tak lama pintu kamarku diketuk dari luar.
tok...tok...tok
" masuk,.
" kak ini dokter Lucia mau meriksa kakak.haris memperkenalkan dokter Lucia kepadaku.
"selamat pagi Bu Naomi, saya akan memulai periksa ibu ya. ujar dokter Lucia sambil tersenyum.
" silahkan dok,sahutku.
dokter Lucia mulai memeriksa tensi darah,menyuruhku membuka mulut dan mata,dan terakhir memintaku kekamar mandi untuk mengambil urine.
" ini tempat urine nya Bu,.
" baik dok saya kekamar mandi dulu."
aku memberikan tabung kecil berisi urine ke dokter Lucia,kulihat Haris menatapku.
" saya periksa dulu ya urine nya,ujar dokter Lucia.
" wah...pak,Bu selamat ya .Bu dokter menunjukan garis dua berwarna merah di tespek yang dia pegang.
aku terhenyak dan badanku kembali lemas,ya tuhan benar dugaanku aku hamil.
" itu apa maksudnya dok,tanya Haris
sambil menunjuk tespek yang ada ditangan dokter Lucia.
" Bu Naomi hamil lima Minggu pak,makanya dia mual dan sakit kepala itu wajar nanti saya kasih vitamin ya." jawab dokter Lucia sambil tersenyum.
kulihat Haris kaget mendengar penjelasan dokter Lucia tapi dia langsung tersenyum bahagia dan memandang ke arahku.
" makasih ya dok ,ujar Haris.
" sama sama pak, kalau begitu saya permisi dulu ya,jangan lupa vitaminya di minum ya bu.'
Haris keluar kamar mengantarkan dokter Lucia sampai depan,aku langsung merebahkan tubuhku ke kasur..aku gak tau apakah aku bahagia atau sedih mendengar kabar kahamilanku.
tak lama pintu kamarku diketuk dari luar,aku tau itu pasti Haris.
" masuk ris."
Haris masuk sambil membawa segelas air putih ditanganya.
" kak tadi dokter Lucia bilang kam Omi harus minum obat dan vitamin,supaya anak dalam kandungan kakak sehat." ujar Haris tanpa beban
aku menatap Haris,kenapa dia bisa setenang ini mengetahui kehamilanku.
" ris kamu kenapa tenang begitu mendengar kehamilanku." tanyaku heran.
" kenapa aku harus panik kak,anak yang ada dalam kandungan kak Omi sudah jelas darah dagingku,kak Omi jangan khawatir aku pasti tanggung jawab,sahut Haris sambil memberikan vitamin dan menyodorkan gelas kahadapanku.
" bukan itu maksudku ris,kamu tau kan kondisi bang sam dia menghilang hampir tiga Minggu ini,Giman jika bang Sam pulang dan dia tau aku hamil ris."
" kita harus jujur sama bang Sam kak,apa yang sudah kita lakukan selama ini. jawab Haris sambil menatapku lekat.
" tapi..apa bang Sam bisa terima semua ini ris,apalagi orang tua mu bagaimana reaksi mereka jika tau aku hamil anak kamu..?
" untuk sementara jangan kasih tau mama sama papa dulu kak,tunggu waktu yang tepat untuk menjelaskan ke mereka. "
" ya udah aku mau kekantor,kak Omi jangan telat makan dan minum obatnya ya.ujar Haris sambil mengelus rambutku.
aku diam tanpa menjawab perintahnya,hatiku masih gelisah memikirkan kehamilanku dan keberadaan suamiku.
perutku terasa keroncongan kulirik jam di layar ponselku sudah pukul 11.20 pantas saja perutku meronta ronta sejak pagi aku belum sarapan.
aku turun dari ranjang dan melangkah keluar kamar,saat keluar keadaan rumah sepi Eva sepertinya sudah pulang.
aku duduk dikursi makan kulihat ada piring yang sudah diisi nasi disebelahnya ada sop daging dan omlet telur serta sambal tomat.
aku yakin Eva yang sudah menyiapkan makan siang untuk, ketika baru Meu menyuap nasi kemulutku ponseku bergetar.
trut....trut....trut...
ada pesan masuk,kubuka ternyata dari Haris.
{sayang,aku dah siapkan makan siang dimeja makan,kamu makan ya ,biar kamu dan anak kita sehat ,
kenapa Haris panggil aku sayang,biasanya dia masih panggl aku kakak. ada perasaan hangat mengalir di rongga hatiku.
{ iya aku sudah tau dan sekarang lagi makan siang,makasih ya}
kirim...
tak lama ada balasan dari Haris.
{ syukurlah kalau sudah tau,he,mulai sekarang bioleh kan aku panggil sayang☺️}
{boleh asal jangan didepan orang apalagi didepan mama dan papa,aku gak mau mereka tau hubungan kita,sebelum waktu yang tepat untuk kita bicara }
kirim
{ ok sayang aku setuju,makasih ya, aku mau lanjut kerja jangan capek cape ya,istirahat dirumah}
aku gak membalas lagi pesan Haris,aku letakan ponselku dan mengambil piring bekas makanku dan mencucinya.
~~~~~~~~
hari hari berlalu begitu cepatnya,mama mertuaku sakit sakitan mungkin karena terlalu sedih kehilangan anak lelaki pertamanya,papa juga jarang pulang kerumah karena harus mengurus perusahaan diluar pulau yang cukup jauh, ada Bi Salma yang merawat ibu mertuaku,seorang janda punya anak dua ditinggal mati suamiya. bi salma menginap dirumah seminggu sekali baru pulang kerumahnya .
usia kehamilanku sudah jalan tiga bulan, selama ini perhatian Haris terhadapku semakin besar,aku merasakan cinta Haris yang begitu besar terhadapku.
aku tau dan sangat sadar bahwa apa yang sudah kami lakukan adalah dosa besar.tapi aku gak bisa berbuat apa apa,menggugurkan janin dalam kandunganku itu tidak mungkin aku lakukan .aku takut menambah dosa semakin besar,biarlah bayi ini tumbuh dan lahir kedunia meskipun bukan lahir dari ikatan perkawinan.aku akan tetap mencintai dan menyayangi anaku.
saat sedang membuat s**u bi salma memanggilku.
" Bu Omi, nyonya panggil ibu dikamar."
" iya bi sebentar ya,aku letakan kembali kotak s**u dan bergegas berjalan kekamar mama.
kulihat mama duduk diatas ranjang sambil menyandarkan kepalanya di tepi ranjang.
' mama tadi panggil Omi,ada apa ma,tanyaku ke mama mertua.
" iya mi,sini duduk Deket mama,mama menyuruhku duduk dikursi dekat ranjang.
aku duduk dan memijat tangan mama,
" ada apa ma,apa mama pengen sesuatu,bilang sama Omi ma nanti Omi belikan.tanayaku ke mama
"gak mi,mama gak pengen apa apa.mama cuma minta sama kamu Lusa Sam ulang tahun,tolong kamu belikan Sam kue ulang tahun ya, nanti kita rayakan ulang tahun Sam sama kamu,mama dan haris. ucap mama sambil menahan tangis .
ya Allah kenapa aku sampe lupa kalau lusa ulang tahun suamiku,apa aku sudah sejahat ini melupakan hari lahir suamiku.?
" iya ma,mama gak usah khawatir ya nanti pasti Omi beli kue dan kado buat bang Sam,meskipun bang Sam gak ada disini tapi aku akan menyimpan kado nya dikamar mah,biar pas dia pulang nanti dia tau bahwa kita sangat merindukannya.
kulihat mama menitikan air mata,kasian sekali aku melihat mama yang semakin kurus dan sakit sakitan.
" makasih ya Omi, kamu yang sabar dan terus berdoa buat suamimu semoga dia baik baik saja dan bisa segera pulang kerumah.ucap mama sambil menggenggam tanganku
" pasti ma,aku akan selalu mendoakan yang terbaik buat bang Sam.jawabku meyakinkan mama.
sore hari saat Haris pulang kerumah aku menyampaikan keinginan mama.
" ris,lusa mama minta kita merayakan hari ulang tahun bang Sam,kita beli kue dan kado buat bang Sam ya ris,aku langsung mendekati Haris saat dia duduk dikursi ruang keluarga.
" oh iya Lisa tanggal 23 ulang tahun bang Sam, ok lusa kita keluar cari kue sama kado. ujar Haris sambil menyandarkan badanya ke sofa.
"sayang sini duduk,Haris menyuruhku duduk disampingnya."
"ada apa ris,sahutku."
" usia kandunganmu sudah tiga bulan,apa sebaiknya kita beritahu mama lusa pas hari ulang tahun bang sam."
" kamu yakin ris mau kasih tau mama, kamu gak takut mama semakin syok,..apalagi mama sekarang sakit sakitan,"
" aku khawatir sayang kalau gak kasih tau mama perutmu semakin hari semakin besar mama pasti akan tanya kamu dan mama pasti mengira kamu hamil anak bang Sam." sahut Haris ada kilat kehawatiran dimatanya.
" ris,apa sebaiknya biar mama sama papa tau kalau yang ada di perutku ini anak bang Sam,sambil kita tunggu kepulangan bang Sam."
" jangan sayang lebih baik kita jujur ke mama sama papa, semoga mereka bisa mengerti," ujar Haris sambil menggenggam tanganku.
¶¶¶¶¶¶¶
pagi ini aku telah bersiap untuk pergi ke mall bersama Haris.
kita akan membeli kue dan kado buat bang Sam ,,,hatiku begitu perih bila ingat suamiku,sudah hampir empat bulan dia menghilang,kerinduan akan sosok bang Sam kadang hadir di rongga hatiku.dimana kamu sekarang bang,,hari ini hari ulang tahunmu."
mataku mengembun,begitu banyak kenangan indah bersama suamiku,tawanya,kelembutannya semuanya tentangmu aku rindu bang.
tok...tok...tok..
" iya sebentar,
aku yakin pasti Haris yang mengetuk pintu.
" kamu sudah siap belum sayang, Haris membuka pintu yang tidak kukunci.
" sudah Ayuk kita berangkat."aku mengambil tas diatas meja rias dan keluar mengikuti Haris.
dua puluh lima menit kami sampai di mall fortuna.
setelah selesai membeli kue ulang tahun dan empat kado buat bang Sam,kami pun segera pulang .
saat diparkiran,Haris ijin mau ketoilet.
" aku ketoilet dulu ya sayang kamu tunggu disini,"
" ok,jangan lama lama ya." jawabku
aku berdiri disamping mobil Haris sambil memainkan ponselku,tiba tiba ada suara orang menyapaku.
" hey, kak Naomi ."
aku menoleh ke arah samping,aku memperhatikan laki laki berperawakan tinggi agak kurus berkulit putih,kuperhatikan wajahnya yang bulat dengan mata sipit.
" maaf,anda siapa ya." tanyaku terkejut tiba tiba dia berdiri disampingku dan menyapaku.
" perkenalkan namaku Kevin Wang, ada sesuatu yang akan saya sampaikan ke kamu,apakah kamu bersedia ikut dengan saya sekarang." sahut laki laki itu dengan mimik muka serius.
" apa yang mau kamu sampaikan dan dari mana kamu tau namaku."tanyaku penuh selidik
" nanti aku jelaskan kekamu Naomi, sekarang ikut kemobil saya,ini penting." laki laki itu sedikit memaksaku untuk ikut ke mobilnya.
aku penasaran apa yang akan disampaikan Kevin padaku,apa dia tau sesuatu tentang bang Sam,,? hatiku bertanya tanya.
" Ayuk ikut saya Naomi, kevin kembali mengajaku.
aku masih ragu tapi aku juga penasaran dengan Kevin .
seketika aku melihat Haris sedang berjalan dikoridor sambil bicara di ponselnya, sepertinya harus sedang berbicara dengan seseorang.
aku segera mengikuti Kevin berjalan kearah mobil nya yang terparkir dibarisan depan selisih satu baris dengan mobil Haris.
Kevin segera membuka pintu mobil dan menyuruhku masuk.
saat baru duduk mataku melihat kearah mobil Haris,kulihat Haris mengelilingi mobil dan dia mengambil ponselnya yang tadi diletakan dikantong kemejanya.
aku yakin dia pasti mau menghubungiku,benar saja ada panggilan masuk ke hp ku yang sudah aku non aktifkan suara panggilan,
drett....drett....dret
ponselku bergetar, Kevin yang baru masuk ke mobil langsung menatapku.
" Haris telefon kamu ya,tanya Kevin padaku."
aku mengangguk dan memasukan ponselku kedalam tas yang ada di atas paha.
" ok bagus jangan diangkat dulu telfonnya,kita berangkat sekarang ya,Kevin menyahut sambil menstatrr mobilnya.
mobil yang kami tumpangi keluar dari area parkiran dan menuju jalan raya, sepanjang perjalanan aku hanya diam sambil menatap lurus kedepan.
" Naomi kamu jangan takut,aku tidak akan mencelakaimu,aku hanya ingin memberitahumu sesuatu ."
lima belas menit perjalanan mobil Kevin berhenti di pintu gerbang sebuah rumah didaerah Utara Makasar,Kevin membunyikan klakson dan terlihat satpam membukakan pintu gerbang dan mempersilahkan mobil Kevin masuk.
tin...tin..Kevin membuka kaca jendela dan bapak satpam yang usianya sekitar 45 tahun langsung menghampiri mobil dan menyapa Kevin .
" selamat sore pak Kevin sudah ditunggu didalam,sapa pak satpam sambil melongok kedekat kaca mobil disamping Kevin.
" ok pak makasih ya,jawab Kevin sambil tersenyum.
mobil berhenti digarasi yang sudah ada dua mobil didalamnya,garasi mobil sangat luas bisa menampung lima mobil sekaligus.
Kevin mengajaku turun dan kami berjalan keteras rumah mewah ner cat abu abu.
Kevin menekan bel rumah, tidak lama keluar wanita muda seusiaku dan menyapa kami berdua.
" ko Kevin sudah datang ya,silahkan masuk ko."
perempuan muda itu mempersilahkan kami masuk.
" silahkan duduk ko, Oya kak silahkan duduk." ujar wanita tersebut mempersilahkan aku duduk di sofa ruang tamu.
' sebentar ya saya buatkan minim dulu."
aku tersenyum kearah perempuan yang menurut perkiraan ku dia art dirumah ini.
" Naomi kamu duduk disini ya aku mau keatas menemui seseorang,ujar Kevin kepadaku.
aku mengangguk, mataku memperhatikan ruangan banyak foto keluarga terapjang didinding ruang tamu, aku memperhatikan bingkai foto yang paling besar,foto keluarga dengan dua anak laki laki dan perempuan.
art datang membawa tiga gelas jus jeruk dan meletakan dimeja.
" kak silahkan diminum, mbak art mempersilahkan aku meminum jus yang ada tepat dihadapanku.
" terimakasih mbak,jawabku
dari lantai atas kulihat Kevin turun bersama seorang laki laki paruh baya berperawakan tinggi kekar mengenakan kaos oblong hitam dan celana jeans warna biru Dongker.
mereka menghampiriku.
" selamat sore, laki laki paruh bayar menyapaku,matanya lekat menatap wajahku.
" selamat sore pak,jawabku Pelan."
Kevin duduk di kursi samping kiriku,laki laki paruh baya yang baru menyapaku duduk dikursi didepanku."
" kenalkan Naomi nama saya Martin ." lelaki didepanku mengenalakn namanya,tatapan matanya dingin dan senyumnya samar terlihat seperti dipaksakan.
" kamu pasti penasaran kenapa Kevin membawamu kerumahku,."
aku membetulkan letak duduku dan menatap wajah lelaki dihadapanku,."
" iya pak Martin apa sebenarnya yang akan bapak sampaikan kesaya,dan dari mana kalian berdua mengenalku." aku berusaha menekan suaraku untuk menghilangkan rasa cemas dan penasaran yang menyelimuti pikiranku.
pak Martin mengambil gelas jus yang ada di hadapannya dan meminumnya, setelah meletakan gelas ke meja dia menjawab pertanyaan ku.
" Naomi kapan terakhir suamimu menghilang." tanya pak Martin matanya lekat menatapku.
" tiga bulan yang lalu pak,kenapa bapak menanyakan suamiku,apa pak Martin tau dimana suamiku.":
" emh..apa kamu tidak tau apa yang sebenarnya terjadi dikeluarga suamimu Naomi," pak Martin menatapku
aku mengangkat wajahku dan menatap pak Martin .
"apa yang terjadi dikeluarga suamiku pak, sebenarnya dimana bang Sam sekarang,tolong beri tahu saya pak,saya sangat merindukan suamiku." aku mencecar pak Martin
" suamimu ada di Singapore Naomi,." sahut pak Martin sambil menghela nafas seolah ada beban berat yang dia tanggung.
aku kaget mendengar jawaban pak Martin, dan kembali menatapnya,kulihat Kevin hanya duduk menyimak pembicaraan kami.
" bapak tidak bercanda kan pak, "kenapa suamiku ada disiangapore dan kenapa dia tak pernah menghubungi keluarganya dan aku istrinya."
"aku tidak bisa menjelaskan sekarang Naomi,aku mendapatkan perintah dari Sam untuk mengajakmu kesingapore besok siang." sahut pak Martin datar
saat aku mau bertanya lagi ke pak Martin ponselku bergetar,aku melihat layar ponsel ada panggilan dari Haris, aku membiarkannya dan kembali menatap pak Martin."
" berarti suamiku menghubungi bapak,tolong kasih ke saya kontak suamiku pak,aku mau bicara dengannya."
" oke saya akan menghubungi Sam,nanti kamu bisa bicara dengannya."
pak Martin mengambil ponsel di saku celananya dan menelfton,setelah terdengar sambungan dari telefon pak Martin menyerahkan handponya padaku.
" Naomi,silahkan kalau mau bicara dengan Sam,ucap pak Martin sambil menyodorkan ponselnya.
" hallo..bang Sam,ini aku Omi,gimana kabarmu bang."
tidak ada jawaban tapi aku mendengar helaan nafas berat dari seberang sana.
tak lama ada suara menyahut.
" sayang,besok kamu ikut pak Martin ya, aku tunggu disini."
suara bang Sam pelan sekali dan seolah tercekat di leher.
" kamu baik baik saja kan bang,aku sangat khawatir dengan keadaanmu.cecarku
" iya aku baik sayang...sudah dulu ya ,besok kita ketemu.
Tut....Tut.....Tut...
bang Sam mematikan handphonenya.
~~~~~~~~