bab.5 rumah tanpa samuel

1560 Words
dari kamar aku mendengar percakapan mama dan papa diluar. " kamu sudah bangun Omi,mama nenayaiku saat melihatku keluar dari kamar. " iya mah, mama sudah pulang,kulihat mama membereskan barang bawaannya yang cukup banyak. " sudah tadi mama diantar sama Dahlan, Haris mana ya apa belum bangun mi,mama bicara sambil menatap kearah pintu kamar Haris. tidak menunggu jawabanku mama berjalan kekamar Haris. aku mengambil barang belanjaan mama dan merapikan di kulkas sebagian dilemari dapur. " iya mah sebentar,kudengar suara Haris dari dalam kamarnya yang terbuka. " udah siang sayang kamu harus berangkat kekantor,mama menyahut kulihat mama dan haris keluar dari kamar Haris duduk diruang tengah,mama memanggil eva membuatkan minuman buat Haris . Eva segera mengambil gelas dan membuatkan teh manis untuk haris.dan kembali lagi kedapur. " va kamu masak apa ." aku mendekati Eva yang sedang mengapas kentang. " sup ayam kampung sama perkedel kak, bang Haris suka makan sup ayam.art kami sudah dianggap anak sendiri oleh keluarga suamiku,dari usia 18 tahun Eva sudah bekerja dirumah ini.eva sekolah sampai SMP saja kerena keluarganya tidak mampu membiayai sekolah anak anaknya dan Eva harus membantu orang tuanya cari nafkah. aku membantu Eva membawa makanan ke meja makan,kulihat Haris duduk disamping mamah sambil menatapi gawainya. " mah masakan sudah siap silahkan mah makan,kulihat Haris meletakan gawainya dimeja dan menatapku sesaat. " Eva masak sup ayam kesukaanmu ris," " iya kak bentar ya,sahutnya tanpa melihatku. " Ayuk mi kamu juga makan,." aku mengangguk kulihat papa gak muncul dari kamarnya. " papa pagi pagi sudah keluar mau survei lokasi proyek baru yang mau dibangun,mama menjelaskan padaku saat aku mengedarkan pandangan mencari papah. selesai sarapan mama pergi diantar pak Dahlan. Haris masih dirumah sedangkan Eva sudah pulang karena pekerjaannya sudah selesai. " kak boleh gak aku minta tolong,." " minta tolong apa ris,tanyaku. " perutku mula kepalaku pusing banget,boleh gak minta tolong dikerokin,leher saja kak biar agak entengan." aku tidak menjawab permintaan Haris, " bisa gak kak,dia mengulangi permintaanya gak enak rasanya menolak,toh hanya ngerok bagian leher saja gak dipunggung ya,bathinku. " bentar ya ris ,kakak ambil koin sama minyak kayu putih. Haris mengangguk. pantas saja dari tadi dia diem aja waktu dimeja makan,rupanya dia sakit,aku menerka nerka. " Krah baju bagian belakang kepala Haris aku tarik sedikit dan aku lipat kebawah. aku mulai mengerok lehernya,benar saja merah sekali. " kamu masuk angin ni ris merah banget,ucapku memberi tau Haris. " iya kak badanku gak enak banget,Haris menggeliat entah merasa sakit atau geli. reflek Haris memegang tanganku yang lagi ngerokin lehernya. " kak,sakit..katanya merintih tapi suaranya terdengar manja ditelingaku. aku menghentikan tanganku,saat mau melepaskan tanganku dari genggaman Haris,dia membalikan badan dan menatapku. aku mamalingkan muka menghindari tatapanya,dadaku bergemuruh,,deg degan,takut tapi aku tak berusaha melepaskan genggaman tangan haris.kehangatan menjalar ke seluruh tubuhku,, Haris menarik tanganku perlahan dan aku jatuh dipangkuanya.aku terus menunduk tidak berani menatap wajah Haris. "kak,aku tau kamu kesepian ,jika kak Omi mengijinkan aku akan memeberikan kehangatan untuk kakak." aku tak menjawab hatiku kacau,ingat suamiku Sam,tapi ragaku tidak kuasa menolak Pelukan dan belaian lembut tangan Haris. melihatku diam tak menolak muncul keberanian Haris padaku,dia mengangkat wajahku nafasnya memburu matanya lembut menatapku. aku diam saja saat Haris mencium pipiku dan melumat bibirku.nafasku tersengal sengal tapi Haris gak mau melepaskanya dia memeluku erat dan menggendongku kemarnya. Haris membaringkanku diranjang dan menindih tubuhku. " ris,apa yang akan kamu lakukan padaku." aku mendorong tubuh Haris tapi tenagaku begitu lemah aku susah bernafas,Haris menindih tubuhku. " kak,aku sayang sama kakak,aku mau memberikan kehangatan buat kakak. aku diam pasrah saat Haris membobol virginku,,aku meringis kesakitan Haris memeluku menciumi wajahku.sampai dia diam dan melorot kesamping tubuhku. aku menarik selimut dan menutupi badanku..aku sesenggukan menangis " ya Tuhan apa yang sudah aku lakukan dengan Haris." " kak, maafin aku ya ,Harris memiringkan badanya meminta maaf padaku. " bagaimana kalau bang sam tau ris." aku menatap Haris dengan rasa takut. " tenang kak,Abang gak akan tau,kecuali kak Omi yang ngasih tau.jawab haris mencoba menenangkanku. setelah membersihkan tubuhku dikamar mandi Haris aku keluar,aku merasa nyeri dan pegal di daerah sensitifku. aku melihat Haris sedang menarik sprai dan menggulungnya. "kenapa spreinya dicopot ris,tanyaku ingin tahu. " ada noda darah kak Omi ,aku mau membersihkanya.jawab Haris santai aku terdiam,,seharusnya bercak darah itu ada di ranjang ku dan bang Sam. bathinku sedih " kak, kamu masih perawan,,? Haris menyaiku sambil menatapku haru. " iya, kamu orang pertama yang merenggutnya ris." aku menjawab pertanyaannya tanpa mau melihat wajahnya. ada rasa penyesalan yang begitu dalam karena aku telah mengkhianati suamiku. " maafkan aku bang Sam,,aku melakukan dosa besar,bathinku merintih. aku mendengar suara mobil masuk ke halaman rumah,bergegas aku keluar melihat siapa yang datang. ternyata papa sama Mama pulang,aku membukakan pintu menyambut kedatangan mereka. " mama,papah sudah pulang." " iya Omi tadi papa jemput mama dirumah kawan mama. papa dan mama masuk dan duduk diruang tengah, mereka menoleh saat Haris keluar dari kamar. " ris,kamu gak kekantor."? tanya mama ke Haris " gak mah aku lagi gak enak badan,kayak masuk angin.jawab Haris manja. "sudah minum obat belum kamu ris,giliran papa yang khawatir. " sudah pah,sudah dikerokin juga sama kak Omi." jawab Haris sambil duduk Deket mamanya. sore pukul 17.00 suamiku pulang dan langsung masuk kamar,aku lagi asik membaca berita ter hot tentang artis di kanal berita online. " eh,Abang dah pulang, tanyaku. " iya sayang kamu lagi ngapain,. bang Sam mendekatiku dan duduk diranjang . " biasa bang lihat lihat berita online.jawabku. " ya udah Abang mandi dulu ya, suamiku mengambil handuk yang sudah kusiapkan di lemari kecil dekat pintu kamar mandi. aku masih berbaring dikasur badanku pegal pegal dan area kewanitaan ku masih terasa sakit, ya tuhan jika perbuatanku dengan Haris membuahkan benih dirahimku bagaimana ini,.aku khawatir sekali karena aku baru saja selesai mens dua hari yang lalu. bang Sam keluar dari kamar mandi dan menghampiriku, " kamu kenapa sayang,kok tiduran aja,apa kamu sakit.? bang Sam menatapku cemas. " gak papa bang,badanku agak lemes aja seharian ini." jawabku sambil. " kamu minum vitamin ya,mama biasanya banyak stok vitamin dilemari dapur,Abang ambilin ya.sahut bang Sam sambil melangkah keluar kamar. aku semakin merasa berdosa dengan kebaikan dan perhatian bang Sam padaku. " ini diminum vitaminya,bang Sam menyodorkan dua butir vitamin C dan segelas air minum. aku menurut langsung meminumnya. tok...tok...tok ada yang mengetuk pintu kamar ku,aku terbangun melihat kesamping, bang Sam tidak ada kemana suamiku, aku melihat jam yang ada di atas meja.jam 3.30 dini hari. " siapa yang mengetuk pintu,,kalau bang Sam kan dia bisa langsung masuk tanpa perlu mengetuk pintu.aku penasaran dan turun dari ranjang dan membuka pintu. aku kaget saat melihat Haris ada di depanku, " kamu ngapain disini ris ,,tanyaku sambil menahan pintu agar Haris tidak masuk kekamarku. " gak papa kak cuma mau mastikan saja kak Omi baik baik aja,jawabnya santai. apa maksud Haris bicara seperti itu, terus kemana Sam suamiku kenapa sepagi ini tidak ada dikamar,aku membuka pintu berjalan kebelakang mencari suamiku,didapur gak ada di teras belakang juga gak ada,aku menghampiri Haris yang masih berdiri didepan kamarku . " ris,bang Sam kemana .?tanyaku pada Haris. Haris tersenyum dan membuka suara. " tadi aku kekamar kakak mau memastikan Kakak baik baik aja apa tidak,karena bang Sam, mama sama papa pergi ke rumah om renald jam dua tadi.haris menjawab pertanyaanku sambil menatapku. " kerumah om Renald dimana rumahnya ris dan kenapa bang Sam pergi gak pamitan sama aku." aku merasa heran dengan sikap bang Sam yang gak seperti biasanya. "iya tadi om Renald nelfon papa dia bilang Sammy anak perempuan nya kecelakaan dan butuh banyak darah,karena dirumah sakit persediaan darah cuma sedikit maka om Renald minta tolong sama papa,karena kebetulan papa,sama bang sam golongan darahnya sama dengan Sammy maka mereka pun kerumah sakit dan mama juga ikut. " bang Sam gak tega mau bangunin kak Omi makanya dia minta tolong sama aku buat jagain kakak." Haris menjelaskan padaku atas kekhawatiran ku. " ya udah aku mau kekamar lagi, masuk kekamarku dan mau menutup pintunya,tangam Haris menaham pintu dan menatapku dengan liar. " kak malam ini aku temani kakak ya,belum sempat aku menjawab dia sudah masuk dan menutup pintu kamarku. " ris kamu keluar ris jangan ganggu kakak,aku memintanya keluar. " kak Omi aku tau kakak kesepian selama menikah dengan bang Sam,karena bang Sam sudah cerita semua kondisinya kepadaku kak. jawab Haris sambil duduk dikursi dekat meja rias. "bang Sam sudah cerita ke kamu ris,? tanyaku kaget " terus kenapa kamu gak bantu mencarikan pengobatan buat bang Sam,tapi kamu malah menodai aku merenggut kesucianku,kenapa ris.aku minta penjelasan dari Haris. " kak, bukanya aku gak bantu bang Sam tapi semua dokter yang sudah kami datangi mengatakan bang Sam im''''''en permanen kak,gak bisa diobati lagi,karena syaraf disekitar alat kelaminnya mengalami kerusakan yang cukup parah," Haris menjelaskan padaku sambil memegang bahuku. aku terdiam mendengar penjelasan Haris. " terus apa maksud kamu menodai kakak ris,tanyaku marah. " aku sayang sama kak Omi, sejak melihat kakak dibandara waktu menjemputku dulu aku sudah merasakan itu kak,maafkan aku ya kak." aku jengkel sama Haris aku merasa dia hanya memanfaatkan keadaan. tapi direlung sanubariku jujur aku juga tertarik dengan Haris,Haris begitu ceria,hangat dan pandai menyenangkan perasaan orang. melihatku diam saja Haris menghampiriku dan memeluku,aku ingin menolak Pelukan Haris tapi badanku tak mampu aku gerakan separuh jiwaku melayang saat menerima pelukan Haris...begitu hangat dan melenakan. bang Sam juga hangat tapi belum pernah memuaskanku,aku hanya dibuat nanggung saat lagi tinggi tingginya bang Sam menyerah belum pernah membuatku klimaks.berbeda dengan Haris dia begitu perkasa dan berulang ulang membuatku terbang tinggi keawan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD