Saya mengecek keadaan Sasa dan Zanna yang katanya sakit. Saya sebagai pembina pramuka bertanggung jawab atas ini," ujar Raka tegas. "Gue pacarnya Sasa, jadi gue juga berhak atas dia," balas Alvaro sengit sambil menunjuk Sasa. Raka menatap Sasa seakan meminta jawaban darinya. "Benar yang dia katakan Sa?" Sasa mengangguk. "Iya kak," balasnya meringis tidak enak. Raka mengangguk. "Oh," balasnya berlalu pergi. Alvaro menatap Sasa. "Dia kenapa bisa kesini?" tanyanya. Sasa menggeleng. "Tidak tahu," balasnya. "Kamu beneran gapapa?" tanya Alvaro memastikan lagi. Sasa tersenyum menatap Alvaro. "Beneran, aku gapapa kok. Sebenarnya aku sama Zanna cuma pura-pura sakit, soalnya malas ikut senam. Kita udah mandi," jelasnya. Alvaro tersenyum menatap Sasa, mengacak rambut Sasa dengan gemas. "Naka

