BAB 106

1184 Words

Camilla baru saja terbangun dari tidurnya yang begitu lelap, ia menatap sekitar, dan cukup kaget karena sudah berada di dalam kamar. Terakhir yang ia ingat hanyalah kebersamaannya dan juga Naoto semalam. Ia kira pria itu akan membangunkannya, lalu mengatakan jika dirinya harus pindah ke dalam kamar. Camilla menghela napas, ia kembali menatap langit-langit ruangan. ‘Aku merasa sangat lelah, aku ingin tidur … tetapi mataku tak bisa tertutup begitu saja. Aku ingin keluar, tetapi aku juga tak punya banyak tenaga untuk melakukannya. Kenapa rasanya kemalasan ini memasung begitu kuat, dan kenapa tidak ada semangat dalam hidupku hari ini.’ Camilla memiringkan tubuhnya, ia kemudian memeluk guling yang ada di sampingnya. ‘Aku rindu dengan kedua orang tuaku. Meski kadang aku akan kesal dengan merek

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD