Chapter 42

1679 Words

Biasanya jika setelah mandi, Ghifan akan melanjutkan memeriksa pekerjaannya yang dia kerjakan di kantor, namun malam ini dia telah berubah haluan. Ya, berubah haluan. Ghifan duduk di samping ranjang lalu meraih ponsel dan mulai membuka kotak pesan. Tini. Dia membuka papan ketik. Sementara itu Syarastini terlihat sangat senang sekali malam ini setelah makan malam. Dia tidur terlentang sambil melihat langit-langit kamar. "Hum … Ghifan terlalu tampan … ya ampuun aku tidak bisa melupakan senyumnyaaa!" Syarastini bagaikan cacing kepanasan setelah dia mengingat lagi penampilan keren dari Ghifan yang memakaikan dia jas kantor dan juga menggenggam tangannya. "Aah … kami bergandengan tangan. Aku dan Ghifan berjalan bersama!" Syarastini mati kesenangan. Druut druut druut! Ponselnya berder

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD