Chapter 41

1584 Words

Ghifan seperti telah terbiasa berjalan bergandengan tangan dengan Syarastini. Dia bahkan tidak sadar bahwa tangan mereka saling tertaut erat hingga masuk ke kafe. Saat dia hendak duduk, baru lah Ghifan sadar bahwa dia dari tadi tak melepaskan tangan mereka berdua. "Hahaha." Ghifan tertawa geli. Dia melihat wajah Syarastini yang memerah. Pantas saja di sepanjang jalan wajah gadis manis itu memerah, rupanya dia tersipu malu karena tangan mereka tergenggam bersama. Ghifan melepaskan tangannya dari Syatastini. "Apakah aku membuat kamu tidak nyaman?" Syarastini mendongak ke arah mata Ghifan. Dia menggeleng. "Selalu nyaman-hmph!" Syarastini keceplosan atau mungkin dia terlalu jujur pada Ghifan. Dia cepat-cepat menutup mulutnya. Hal ini membuat Ghifan lebih terlihat gemas dan geregetan ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD