Chapter 44

1545 Words

Telinga Rinoi hampir lompat melarikan diri dari tempatnya berada setelah dia menguping bosnya yang baru saja memberi perintah dengan santainya kepada petugas IT untuk memberikan potongan rekaman selama empat tahun ini. Bukan main, benar-benar bukan main. Rinoi bahkan menggelengkan kepala seolah tak percaya dengan pendengarannya. Pak Ghifan memang benar-benar nekat. Nekat apa? Nekat cari tahu sesuatu. Setelah memberi perintah pada tim IT, Ghifan kembali duduk santai pada posisinya sambil membuka email-nya. Di kotak masuk, ada email data diri dari Syarastini. Ghifan melihat foto alumni dari Syarastini. Bibirnya mencetak senyum setelah melihat lama foto itu. "Empat tahun … mari aku lihat apa itu," gumam Ghifan. °°° Ding! Gaishan yang pekerjaannya rebahan, rebahan dan rebahan kini

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD