Chapter 49

1639 Words

Di dalam mobil milik Ghifan, dua muda-mudi yang duduk di jok depan itu tidak ingin berpisah barang sedetik saja. Ghifan menggenggam tangan Syarastini, wajah Ghifan terlihat seperti tak rela. "Tiga hari kamu ikut training? itu lama, bagaimana kita akan bertemu nanti?" wajah Ghifan terlihat masam. Syarastini terkekeh. "Bagaimana kalau setiap selesai training, aku akan mengirim pesan padamu?" "Ya, itu memang yang aku pikirkan. Jalan satu-satunya memang harus menggunakan hp sebagai perantara komunikasi kita," timpal Ghifan, dia mengangguk. "Jadi … aku akan masuk rumah," ujar Syarastini. Ghifan mengembuskan napas kasar lalu mengangguk. "Tidak perlu bukakan aku pintu," ujar Syarastini. "Kenapa? aku ingin," balas Ghifan. Dia hendak keluar dari mobil. "Aku sudah merepotkan kamu untuk meny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD