Chapter 48

1526 Words

Ghifan melepaskan ciumannya. Matanya terlihat kaget dengan apa yang baru saja dia lakukan. Napas Ghifan memburu tak karuan, dia melihat wajah Syarastini yang kaku bagai patung. "Astagfirullahaladzim," gumam Ghifan. Dia mengusap wajah dengan dua telapak tangannya. Dia telah khilaf. "Apa yang baru saja aku lakukan," gumam Ghifan, dia berusaha agar mempertahankan dari godaan setan yang menyuruhnya untuk berbuat tak senonoh pada Syarastini. Beruntung dia tak lama mencium bibir Syarastini, kesadaran pria 27 tahun itu kembali menguasainya. Bibir Syarastini ingin berkata sesuatu, namun dia tak mampu. Otaknya blank ketika Ghifan menciumnya. Beberapa detik kemudian. "Tini … aku tidak bermaksud melecehkan kamu. Aku minta maaf," ujar Ghifan. "Ini kesalahanku yang hanya menuruti spontanitas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD