Bab 19

1302 Words

Waktu sudah menunjukan pukul 5 sore. Exel masih setia berdiam diri di taman itu. Tiba-tiba cuaca sangat mendung. Suara petir terdengar sudah menggelegar. Mira baru selesai dengan pekerjaannya. "Ponselku di mana ya? " Mira sepertinya lupa menaruh ponselnya di mana. Di luar sana, gerimis sudah datang. Exel tidak perduli dengan hujan yang di sertai petir. Exel masih setia duduk di taman di atas rerumputan hijau di pinggir danau. Hujan semakin lebat. Dan Exel masih enggan untuk berteduh. Padahal dirinya masih sedikit demam. "Aku akan tetap menunggu kamu! " Al hasil, taman yang sudah Exel hias itu kini sudah hancur oleh air hujan. Tulisan di atas danau pun kini hancur oleh air hujan. Kejutan romantis untuk Mira belum sempat di lihat oleh Mira kini sudah hancur sehancur hati Exel saat ini. R

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD