Fabian mendatangi Anna satu hari kemudian, dan wanita itu masih menunjukkan ekspresi kesal padanya. Fabian tidak habis pikir, apa yang terjadi pada wanita itu hingga marah seperti sekarang ini. Nyaris dua puluh menit ia mengajak Anna bicara, namun ibu dari anak-anaknya tersebut masih setia menutup rapat mulutnya. "Anna kamu kenapa? Kamu marah sama aku? Aku ... salah apa?" Tanyanya bingung, pertanyaan ini sudah lebih dari lima kali ia lontarkan. Anna tampak asyik dengan ponselnya, berlagak tidak mendengar pertanyaan Fabian bahkan ia tidak menganggap keberadaan Fabian di sana. "Anna, please ... aku sedang berbicara dengan kamu. Kasih tahu aku kalau aku salah, jangan diam begini. Aku bukan manusia super yang bisa tahu kesalahanku sendiri, bahkan manusia super nggak bisa menyadari kesalahann

