DUAPULUH EMPAT

1159 Words

"Lo kenapa Kak?" Tanya Alvaro, adik Anna, dengan tatapan bingungnya ketika sang kakak mendudukkan diri tepat di sampingnya dengan kepala yang kemudian bersandar di bahunya. Setelah keluar dari UGD---tempat Fabian diobati tadi---Anna segera bergegas menuju adiknya. Barang kali adiknya itu memiliki solusi atas kebimbangannya. Anna menggeleng, memilih tidak menjawab, ia malas membuka mulutnya. Ia malas membuat suara. Ia malas ditanya-tanya. "Ditanya juga, lo ada masalah? Apa lagi sekarang? Lo kok langganan banget sama yang namanya masalah, An," sindir Alvaro. Anna mengangkat kepalanya, menatap adik laki-lakinya tersebut dengan tatapan datar. Anna merasa dongkol pada adiknya itu, lebih baik ia tadi kembali ke ruang rawat Ayah dan menemui anak-anaknya, daripada menemui Alvaro yang ternyata

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD