"Lo kenapa Kak?" Tanya Alvaro, adik Anna, dengan tatapan bingungnya ketika sang kakak mendudukkan diri tepat di sampingnya dengan kepala yang kemudian bersandar di bahunya. Setelah keluar dari UGD---tempat Fabian diobati tadi---Anna segera bergegas menuju adiknya. Barang kali adiknya itu memiliki solusi atas kebimbangannya. Anna menggeleng, memilih tidak menjawab, ia malas membuka mulutnya. Ia malas membuat suara. Ia malas ditanya-tanya. "Ditanya juga, lo ada masalah? Apa lagi sekarang? Lo kok langganan banget sama yang namanya masalah, An," sindir Alvaro. Anna mengangkat kepalanya, menatap adik laki-lakinya tersebut dengan tatapan datar. Anna merasa dongkol pada adiknya itu, lebih baik ia tadi kembali ke ruang rawat Ayah dan menemui anak-anaknya, daripada menemui Alvaro yang ternyata

