Mungkin lebih dari sehari, atau mungkin lebih dari satu setengah hari wanita berkaus hitam itu menunggu pria yang belum juga datang. Berkali-kali Rensha menghubungi suaminya, tapi selalu dijawab oleh operator. Dia tidak tahu lagi harus meminta tolong siapa. Dia sama sekali tidak mengenal teman kantor Verza. “Si Cantik ini kenapa dari tadi bengong?” Rensha tersentak lalu menoleh menatap wanita yang berbaring di ranjang itu. Dia lantas mendekat dan duduk di samping Ika. “Katanya tadi mau tidur.” “Nggak bisa,” jawab Ika sambil menggeleng. Dia memperhatikan Rensha yang terlihat kebingungan itu. “Masih patah hati?” “Entahlah,” jawab Rensha sambil mengalihkan pandang. Sekarang dia bingung dengan perasaannya yang tidak menentu. Dia sangat mengkhawatirkan Verza dan papa mertuanya. Tadi pagi R

