Hari Sabtu pagi adalah hari malas bagi seorang Rensha. Pukul delapan pagi dia masih bergelung di balik selimut. Kondisi hatinya yang bisa dibilang sedang patah semakin menambah kemalasannya pagi ini. Ingatannya berputar ke kejadian semalam saat dia dan Lasmi bertemu dengan Tirta. Niat awal ingin pulang jadi berbalik pergi ke restoran. Lasmi beralasan telah lama tidak bertemu Tirta dan ingin sedikit mengobrol. Demi rasa hormat Rensha menuruti kemauan mama mertuanya itu. Sampai di restoran Jepang, Lasmi dan Tirta terlibat perbincangan sedangkan Rensha menjadi pendengar atau mungkin menjadi seseorang tidak dianggap. Lima belas menit berselang, Rensha tidak kuat lagi harus mendengar Tirta bercerita bersama Lasmi. Dia meminta izin pulang dulu, awalnya Lasmi menolak, tapi dengan berbagai cara

