Brak! “Pergi kamu dari sini!!” “Tan. Ini rumahku!!” Brak! Wanita berbaju tidur itu duduk di depan pintu. Dia menatap dua koper besar yang berisi baju-bajunya tengah berserakan di sampingnya. Wanita itu menghapus air mata yang turun membasahi pipi lalu menatap pintu kecokelatan itu dengan tatapan tajam. “Gue bakal bikin perhitungan, Tan!” Perlahan Tirta menarik koper besar itu menjauh dari rumah peninggalan orangtuanya. Dia tidak menyangka kalau selama ini tantenya berbuat licik dengan merebut harta warisannya. Tirta menatap rumah megah dengan d******i warna putih itu sekali lagi. Dia tidak tahu harus pergi ke mana, apartemennya dia jual untuk bersenang-senang. Sekarang dia diusir tantenya. “Gue harus nemuin Tante Lasmi!” tekad Tirta. Wanita itu berjalan cepat menjauh dari rumah me

