Seminggu berada di kota orang membuat pria berkaus panjang itu rindu dengan kota asalnya. Rindu dengan apartemennya dan rindu dengan wanita yang terpaksa dia tinggal sendirian. Sekarang dia bisa melepas rasa rindunya. Langkahnya bergerak semakin cepat tidak sabar ingin segera menemui wanita menggemaskan itu. “Lo jadi nganterin gue, kan?” Pertanyaan dan genggaman erat itu membuat perhatian Verza teralih. Dia menunduk melihat Tirta yang menatapnya memohon itu. Verza mengangkat tangan, menjauhkan tangan Tirta setelah itu berjalan lebih dulu. “Ver. Temenin gue, ya.” “Huh....” Verza menghela napas lelah lalu menoleh menatap Tirta. “Kemarin kan gue udah bilang. Urus sendiri!” “Verza yang sopan!” kata Lasmi memperingati. Bukannya mengubah, pria itu justu mendengus karena ucapan Lasmi. Verza

