Jeda sepuluh detik setelah asap itu menipis, ratusan orang sudah tergelepar mati. Termasuk juga beberapa mayat itu terlihat mengenakan jubah maroon milik Vocksar. Pada menit yang sama, Feth, satu dari Vocksar yang melindungi Angkasa, matanya menemukan dua orang Guldora yang bersembunyi di semak hutan lalu lari setelah memastikan ledakan itu berhasil. Lalu dua orang itu mundur ke belakang dengan tawa bahagianya, tidak lama, sampai Feth bisa menemukan mereka lagi berlari ke arah yang sama dan membawa sekotak besar mencurigakan dengan hati-hati. Lalu satu dari mereka menyalakan api pada obor yang dibawa. “Aku menemukan mereka. pelempar bom itu akan meledakkan bom yang kedua.” seru Feth pada Angkasa dan Son. Setelah mendapat izin untuk pergi, Feth menarik kuda Angkasa, menaikinya dan menun

