Ready?? Udh siap untuk baca kelanjutan perang ini? ☆☆☆☆☆☆☆☆☆ “Siapa aku?” ulang Kay dengan nada santai. Xatho kembali menghunus pedangnya ke leher Kay dengan mata yang mengancam serius. Sedang Kay hanya menghela napasnya panjang, mendengus kesal. “Inilah satu dari sekian banyak alasan kenapa aku tidak bisa menyukai Vocksar. Angkuh dan arogan. Seharusnya kau berterima kasih padaku karena sudah memberikan informasi seberharga ini dan cepat-cepat menyusul Naviza, tapi kau justru penasaran siapa aku sebenarnya. Bukankah sudah kuperkenalkan diri sebelumnya, namaku Kay!” protesnya tanpa jeda. “Justru karena itulah aku tidak bisa melepaskanmu. Kita belum pernah bertemu sebelumnya tapi aku sudah bisa merasakan kalau kau bukan orang yang bisa kupercaya. Kalau kau memang berniat baik memberi k

