SON

1817 Words

Ini tidak mungkin. Ketakutan itu datang lagi, melanda dirinya lebih besar dibanding bagaimana sulitnya melawan Ragnoc. Tidak ada lagi bahasa yang bisa ia ungkapkan, sudah terlalu sering bayangan kematian itu datang menghantuinya. Meski profesi yang mereka pilih memang mengharuskan mereka siap untuk situasi ini setiap saat, tapi perasaan tidak mungkin bisa dihilangkan sepenuhnya. Sudah dua kali Naviza merasakan mimpi mengerikan atas kematian Angkasa, tapi firasatnya meyakinkan dia bahwa kali ini akan benar-benar menjadi sebuah kematian. Bahkan napasnya pun ikut bergetar menahan rasa ini. ketakutan itu lebih besar dari rasa sakit di lengannya. Saat Naviza mulai mengangkat kepalanya menatap Son, dia mendengar ranting yang patah terinjak, dan beberapa gerakan dahan yang tak wajar dari belaka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD