Langit di Guldora sudah menggelap ketika negosiasi masih alot mencapai kesepakatan. Baik Abyra maupun Naviza sama-sama lelahnya. Mereka sudah berdebat panjang kali lebar selama berjam-jam. Mulai dari matahari masih di puncak langit hingga meredup dan menghilang di langit barat. Padahal mereka hanya duduk dan berbicara, tapi energi terasa benar-benar terkuras. Bahkan ini lebih melelahkan dibanding latihan fisik. Otak lebih rakus dari otot, mungkin itu benar. Saat energi digunakan untuk berpikir, mereka lebih cepat lapar. Padahal mereka tidak sedang bertarung fisik Abyra melihat wajah Naviza pucat. Bibirnya putih, semakin pasi. Suaranya semakin kering dan serak. Napasnya mulai berat memburu. Semakin sulit wanita itu berbicara kalimat panjang tanpa jeda. Suaranya terdengar lemah dengan napas

