Beberapa hari sebelum perang, dua hari sebelum keberangkatan misi Regha, Zakaffa, Ada satu bangunan perpustakaan besar di pusat ibu kota, tempat itu menjadi rujukan utama para mahasiswa di ibu kota saat melakukan penelitian pustaka atau juga sekedar memperkaya wawasan mereka. tempat itu juga sering menjadi tujuan mahasiswa sekolah pedang untuk menenangkan diri. Tempat ini sering di datangi Naviza, saat dia masih muda dulu. Angkasa membuat janji bertemu Regha di tempat ini. “Aku suka tempat ini, membuatku bernostalgia pada masa-masa damaiku saat muda,” ucap Regha mengawali. Angkasa baru sampai saat dia hampir menuntaskan buku ketiganya. Lalu dia duduk di belakangnya, mereka saling memunggungi. “Aku bosan melihat meja kerjaku,” balas Angkasa. “Bukankah disana lebih aman?” tanya Regha,

