Dering jam membuat Akira terbangun pukul lima pagi hari, ia berada di sebuah kamar hotel yang akan digunakan sebagai tempat acara pernikahannya bersama Noel. Ada beberapa orang yang sudah menunggu di ruang depan, mereka adalah tim rias dan juga pakaian pengantin. Sebelum memulai riasannya, Akira masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Ia merawat tubuhnya selama beberapa hari sebelum pernikahan. Sehingga kulit tubuh wanita itu terlihat sangat terawat. Setelah beberapa menit berlalu, Akira kini keluar dengan mengenakan handuk yang berbentuk kimono. Ia sudah siap untuk melanjutkan kegiatan dengan riasan pada wajahnya. Dengan bantuan make up artis yang sudah professional, Akira kini duduk dan pasrah pada sang perias. “Konsepnya flawless ya, Kak?” tanya perias. “Iya, tapi janga

