Di sebuah butik yang cukup terkenal di Jakarta. Akira sedang mengenakan gaun pengantin yang akan dikenakan pada acara pernikahannya bersama Noel. Undangan sudah tersebar, semua persiapan sudah sangat matang, hanya menunggu hari saja dan pemberkatan akan dilakukan. Noel hanya bisa diam terpaku melihat pemandangan di hadapannya saat ini. Sosok wanita yang selama ini telah ia sakiti, akan kembali menjadi miliknya. Meski perpisahan selama sepuluh tahun meninggalkan bekas luka di hati Akira, tetapi tetap saja hati itu masih milik Noel. “Gimana?” tanya Akira. “Cantik.” “Gaunnya yang cantik apa aku?” tanya Akira memastikan. “Kamu cantik pakek gaun cantik, Ra.” “Makasih, kalo kamu bilang jeelek, ni sepatu bakal melayang.” “Serem amat calon bini.” Giliran Noel yang akan mencoba setelan jas

