Penolakan yang dilakukan Akira tidak membuat Noel kecewa. Justru, kejadian itu membuat Noel tahu, bahwa selama ini Akira tidak pernah bermain kotor dengan pria manapun. Tidak ada rasa kecewa, melainkan yang ada rasa bangga. Akira sudah siap untuk pergi ke kantor cabang perusahaan milik sang ayah. Ya, kantor utama memang ada di Jerman, dan Akira sedang berusaha untuk memindahkan semua ke Jakarta. Dengan mengubah kantor cabang menjadi kantor utama. “Berangkat sekarang?” tanya Noel. “Iya, lagian kalo nunggu Mama nanti kesiangan,” ujar Akira. Akhirnya mereka berjalan keluar dari rumah, dan masuk ke dalam mobil milik Noel. Akira terlihat seperti wanita karir dengan setelan blazer berwarna cokelat, dan celana kain yang senada. “Kamu nggak ngantor? Gak dimarahin Om?” tanya Akira. “Perusahaa

