Sabrina berlari ke kamar dan membawa barang-barang seperlunya. Sagara yang masih lemah ingin mengejar ketika istrinya itu hendaak pergi. “Sab, dengar dulu. semua yang dikatakan Daniel itu tidak semua benar,” ujar Sagara. Daniel malah tersenyum semringah melihat dua orang itu bertengkar. “Apalagi yang mau kau jelaskan. Sudah jelas bagiku semuanya. Aku yang terlalu bodoh, menganggap serius semua ucapanmu. Aku yang terlalu bodoh mempercayai jika kamu bisa jatuh cinta padaku dalam waktu sesingkat itu. Aku yang bodoh … lepaskan,” ucap Sabrina melemah dan menarik tangannya yang dicekal oleh Sagara. Lelaki itu menelan salivanya berat dan perlahan melepaskan tangan yang menggenggam lengan Sabrina kuat. “Hei, Sab! Perlu kau tahu, uang yang Sagara berikan pada ayahmu, itu adalah sebagian p

