Arsya melangkah dengan berat memasuki rumah. Hari ini dirinya hanya beristirahat saat jam istirahat. Tidak ada waktu untuk santai. Jam istirahatnya ia habiskan untuk makan siang dan sholat. Sekak pagi, ia sudah disibukkan dengan jam praktik pemeriksaan pasien rawat jalan juga pasien yang mengeluhkan beberapa gejala. Selepas istirahat, ia harus mengoperasi pasien sesuai dengan yang dijadwalkan. Hal itu terus berlanjut hingga pukul empat sore. Saat menginjakkan kakinya di rumah, ia tidak sabar untuk segera mandi. Bila perlu dengan air hangat. Tubuhnya butuh dirilekskan. “Arsya..,” panggil Yayuk yang sedang duduk di sofa depan televisi yang layarnya hitam. Arsya mengembuskan napas perlahan. ‘Sabar, Sya. Tahan dulu rasa ingin mandi dan tidurmu,’ semangat batinnya. “Kenapa, Ma?” tanyanya.

