Tri Deka Di

2086 Words

“Nduk, setelah menidurkan Putri, Ibu ingin berbicara dengan kamu,” kata Sukma dengan suara pelan, tidak ingin mengganggu tidur Putri. “Nggih, Bu,” jawab Anjani takzim. Sukma sudah memikirkan hal ini dengan matang. Sejak Arsya meminta Anjani meningkatkan hubungan dan penolakan yang dilontarkan Anjani, Sukma sadar bahwa ia harus meluruskan dan meleburkan segala ketakutan dalam diri Anjani. Ia tidak ingin putri bungsunya terus menerus dihantui dengan ketakutan dunia pernikahan. Ia harus segera mengambil sikap dan bertindak. “Mau bicara tentang apa, Bu?” tanya Anjani setelah mendudukkan dirinya di sofa yang ada di hadapan Sukma. Sukma mengambil napas dalam. Kemudian ia hembuskan perlahan. “Sebelumnya, maafkan Ibu karena tidak sengaja mencuri dengar pembicaraan kamu dengan Arsya.” Anja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD