Waktu. Waktu berjalan dengan cepat tanpa disadari oleh manusia-manusia yang sibuk. Tidak terasa detik berganti menit. Menit berganti jam. Jam berganti hari. Hari berganti minggu. Minggu berganti bulan. Dan bulan berganti tahun. Tepat satu bulan sejak permintaan Arsya malam itu. Sekarang, ia sudah berdiri di depan pintu rumah Anjani yang sore ini terlihat sepi. “Kemana Anjani? Dia tidak mengabari jika dirinya akan pergi. Padahal setiap saat kami sering bertukar pesan,” gumam Arsya. Ia merasa tidak tenang. Tujuannya datang ke sini adalah untuk melepas rindunya yang sudah menggunung dan meluas. Ia sudah tidak sabar untuk memecah celengan rindu. Awalnya hanya dua minggu tidak berjumpa, berlanjut hingga waktu satu bulan setengah. Luar biasa sekali mereka dalam menyimpan rindu itu rapat-

