Wira berada dalam suasana klub malam yang penuh dengan cahaya lampu sorot berkilauan dan dentuman musik yang menggetarkan. Matanya terus memindai sekelilingnya, mencari tempat duduk yang nyaman sambil juga mencari sosok wanita yang sangat cantik yang mungkin menarik perhatiannya.
Dia membiarkan pandangannya melintasi kerumunan orang yang berdansa dan bersenang-senang. Mata Wira terus mencari tanda-tanda keindahan dan pesona, seakan-akan mencari sinar bidadari di tengah keramaian klub malam yang gemerlap.
Setelah beberapa lama, pandangannya mendarat pada sosok wanita yang mempesonanya. Dia tersenyum, merasa tertarik oleh kecantikan wanita tersebut. Wira memutuskan untuk mendekati wanita itu dengan hati yang percaya diri karena dia sering menaklukkan wanita-wanita yang berkunjung ke klub malam itu.
Wira duduk di kursi kosong yang berada di samping wanita cantik wanita yang sesekali meneguk anggur di dalam gelas, kepalanya sama seperti orang lain yang terangkut-nangguk menikmati musik yang sangat bersemangat.
"Boleh ikut Duduk?" tanya Wira dengan melempar senyum mautnya.
"Kenapa harus minta izin segala, kan ini bukan tempat gua. kalau lu mau duduk, duduk aja!" jawab wanita itu dengan sedikit cuek, membuat Wira semakin tertantang.
"Sendirian aja, ke mana teman-temannya?"
"Lu punya mata kali, Kenapa lu pakai nanya segala?"
"Galak amat, pasti jago!"
"Nggak, gua betina gua bukan jago."
"Kenalin nama gua Apendi, CEO muda yang bekerja di salah satu perusahaan sport ternama." ujar Wira yang selalu memperkenalkan dirinya dengan nama samaran.
"Nggak penting, gua nggak butuh lelaki karena gua Mandiri."
Melihat respon Bidadari itu kurang meyakinkan, Wira pun tidak berbicara lagi, dia pun mulai mengangkat tangan untuk memanggil waiter. seorang pelayan pun dengan pakaian yang sangat rapih menghampiri kemudian mencatat permintaan tamu vip-nya.
Meski tidak berbicara lagi, mata Wira tetap memperhatikan keadaan gadis yang sedang duduk di sampingnya yang terlihat beberapa kali meneguk anggur sampai tak tersisa, bahkan ketika sudah menghabiskan satu botol dia pun mengambil botol anggur milik Wira kemudian mengisikan ke dalam gelas.
Malam itu Wira tetap terdiam menikmati alunan dan hentakan musik yang menggetarkan d**a, karena dia masih merasa penasaran Siapa gadis yang berani menolaknya. Jangan sebut nama Wira kalau dia tidak bisa menaklukkan seorang wanita.
Wira dan wanita cantik yang duduk di sisinya semakin tenggelam dalam pesona suasana klub malam. Mereka berdua dikelilingi oleh musik yang memenuhi udara, cahaya lampu sorot yang berkilauan, dan tarian-tarian yang menggoda.
"Hahaha, aku wanita hebat aku bisa bertahan hidup sendirian." terdengar suara ucapan wanita itu yang sudah mulai ngelantur membuat Wira menahan tangan Gadis, ketika dia mau menunggu kembali air berwarna kemerahan yang berada di dalam gelas.
"Sudah jangan kebanyakan minum, nanti kamu bisa bahaya." ujar Wira mengingatkan membuat mata Gadis itu menjelik melihat ke arahnya.
"Peduli apa lu sama gua, dan lo siapa Kenapa harus peduli sama gua?"
"Kalau kamu punya masalah kamu boleh cerita denganku, pasti kamu tidak kenal denganku tapi aku bisa berbagi pundak untukmu mencurahkan semua isi hatimu."
"Hahaha, bukannya semua laki-laki itu sama aja, mereka hanya ingin tidur dengan wanita yang ia kenal kemudian mereka meninggalkannya tanpa terdengar kabarnya kembali. b******k, memang sangat brengsek." jawab Gadis itu yang sesekali diselingi dengan tersenyum sinis.
"Tidak, Tidak Semua Laki bisa disamaratakan karena aku berada di sini bukan untuk mencari wanita. namun aku ingin mengetahui Bagaimana suasana keindahan kota Jakarta ketika malam hari dan ternyata beginilah keadaannya." jawab Wira entah apa yang dia pikirkan sehingga dia bisa berkata seperti itu.
"Apendi... gua tahu lu namanya Apendi. lu mau ngapain?"
"Aku hanya ingin mengenalmu lebih dekat, berbagi kesedihan di tengah keindahan kota Jakarta."
"Halah banyak bacot lo!" ujar wanita itu yang belum diketahui namanya, dia memindahkan gelas ke tangan kiri lalu meneguknya sampai habis.
Setelah habis Gadis itu mulai mengisi kembali gelasnya dengan air anggur, namun keadaannya yang sudah mabuk berat, sehingga air anggur pun berceceran ke mana-mana. dia tertawa dan mengulum senyum seperti orang yang kurang waras, Wira hanya bisa memperhatikan tidak bisa berbuat banyak.
Keadaan pun semakin larut orang-orang sudah mulai terlelap dengan mimpi-mimpi indahnya, mengumpulkan tenaga kembali untuk melanjutkan kehidupan yang akan sangat berat Keesokan paginya. berbeda dengan keadaan klub yang semakin malam semakin terasa asik, para penari latar semakin menggoda dan tuman musik membuat gendangan telinga bergetar. orang-orang terlihat menarik-menari melenggak-lenggok mengikuti irama musik yang sangat kencang.
Gadis itu yang sudah menghabiskan beberapa botol air anggur, dia pun tumbang di atas meja matanya menatap ke arah Wira yang duduk di sampingnya. tak ada perkataan namun perlahan mata itu mulai terpejam terhanyut dalam alunan musik yang sangat menggairahkan.
"Hei, hei...., bangun. jangan tidur di sini, jangan tidur!" ujar Wira sambil menggerakkan tubuh wanita itu namun Gadis secantik yang sudah mabuk berat tidak menanggapi.
Jakun wira terlihat naik turun ketika melihat leher wanita yang sangat jenjang dan benda menyumbul di balik pakaian yang dikenakan. pikirannya mulai terbang ke mana-mana untuk mencari cara agar dia bisa berkencan dengan gadis yang sangat cantik, namun kalau dia mengencani dalam keadaan mabuk itu bukan tindakan ksatria karena kencan itu harus didasari dari suka sama suka.
Lama terdiam akhirnya Wira pun menemukan ide, dia mulai bangkit dari tempat duduknya kemudian membopong tubuh gadis itu membawanya keluar dari bar.
"Nggak pakai kamar yang di atas aja Pak. ngapain repot-repot harus dibawa keluar segala." tanya penjaga yang sudah sangat mengetahui kebok-brokan Wira.
"Halah tau apa kamu, sudah jangan menghalangi jalan." gerutu Wira sambil terus membawa tubuh wanita itu keluar dari bar.
Sesampainya di mobil dia pun membuka pintu depan, kemudian dia menundukkan wanita yang dibawanya sejenak, memperhatikan kecantikan gadis itu yang terlihat sangat menawan ketika mata terpejam.
"Beruntung, beruntung banget aku malam ini. aku bisa menemukan Bidadari secantik kamu, namun tenang Kamu tidak usah khawatir Karena aku bukan laki-laki pengecut yang akan memanfaatkanmu dalam keadaan tidak sadarkan diri." ujar Wira kemudian menutup pintu mobilnya.
Dia berlari menuju ke samping kanan kemudian dia masuk ke dalam mobil lalu menutup pintunya, namun baru saja dia mau menekan tombol Start tiba-tiba Gadis itu bergerak kemudian.
UWek, uuuuwek, uuuwek!
Gadis cantik itu memuntahkan seluruh isi yang berada di dalam perutnya mengotori dashboard mobil Wira yang terlihat sangat elegan.
"Untung kamu cantik kalau jelek sudah aku tendang. kamu berani-beraninya kamu mengotori mobilku. gumam hati Wira yang tidak sesuai dengan gerakan tubuh, karena tangannya mulai mengusap lembut punggung wanita itu bahkan sedikit memijat agar semua minuman yang memabukkan bisa keluar dari perut.