Satu hari tak menginjakkan kaki di sekolah membuat semangat Sagara meningkat dua kali lipat. Meski ada satu hal yang masih sedikit mengganjal di hati, itu tidak mengurangi rasa bahagianya saat ini. “Dapin mana?” celetuk Elio yang berjalan di sampingnya. “Lah, Gerry mana?” Sagara balas bertanya. Jawaban itu membuat Elio mendengkus kesal. “Ditanya malah balik tanya, kebiasaan.” “Lagian, ngapain nyariin? Kalau ada aja diajak gelut,” sahut Sagara diiringi tawa kecil. Sebenarnya Elio heran saja, Sagara dan Daffin itu sudah seperti prangko. Selalu menempel ketika berada di sekolah, jadi Elio merasa aneh ketika sang kakak pergi ke kantin tanpa sahabatnya itu. “Hello … kangen, ya?” Sebuah tangan tiba-tiba merangkul bahu Elio dan membuat bocah itu nyaris terjungkal. “Ih, apaan? Lepasi

