DRIEËNDERTIG

1644 Words

Matahari sudah benar-benar kembali ke peraduan ketika dua remaja itu meninggalkan kedai. Dengan perginya kedua anak tersebut, kesunyian kembali menyelimuti bangunan yang tak terlalu besar itu. Avan, si pemilik kedai, menghela napas. Selama empat puluh empat tahun ia hidup, baru kali ini dirinya merasakan sesenang ini. Hanya dengan mengajarkan cara membuat kopi pada dua remaja yang bahkan dikenalnya tanpa sengaja. Terutama Sagara. Entah mengapa suasana hatinya selalu membaik begitu berhadapan dengan bocah itu. Sensasi kedekatan itu sulit untuk diterjemahkan, dan Avan sendiri bahkan tidak tahu kenapa dia bisa sebahagia itu ketika melihat Sagara. Wajah bocah itu seakan mengingatkan Avan pada seseorang yang tak asing lagi baginya. Pria itu tersenyum tipis. Kilas balik masa lalu yang suda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD