Hari ini baik Sagara maupun Elio tiba di rumah saat hari mulai larut. Bukan karena bermain atau nongkrong, tetapi karena mereka berlatih ekstra untuk pertandingan bulan depan. Atau lebih tepatnya, Sagara menunggu Elio sampai selesai latihan. Sebab Elio-lah akan menjadi salah satu dari sekian banyak anggota klub futsal yang mewakili sekolah. “Lo harusnya juga ikut main, Bang, bukannya ngalah demi gue. Padahal lo senior, malah yang main gue,” ungkap Elio, menyesali keputusan Sagara untuk tidak ikut dalam pertandingan. Jemari Sagara bergerak menggeser gerbang rumah. “Bukannya ngalah, tapi ini demi tim. Nggak peduli gue senior atau lo junior, kalau permainan lo lebih bagus, kenapa enggak?” “Tapi gue pengin main sama lo,” Elio mengekor di belakang kakaknya, “karena alasan gue ikut futsal,

