ZEVENENTWINTIG

1813 Words

"Astaghfirullah ... K–kak Gavin?" Bocah bergigi gingsul itu mengelus d**a ketika tahu bahwa sosok yang tadi menepuknya adalah Gavin, seniornya. "Iya, ini gue." Cowok itu mengambil tempat duduk di sebelah Sagara dan merenggangkan otot-ototnya. "Lo ngapain malem-malem di tempat kayak gini? Nggak mungkin 'kan kalau kencan?" Gavin menelisik sekitar. "Ini bukan tempat yang cocok buat kencan. Kotor dan udah nggak keurus. Lebih cocok buat uji nyali, hahaha," ucapnya sambil menata rambut yang sedikit berantakan. Sejak mendeklarasikan diri sebagai teman, Gavin memang menjadi lebih ramah padanya. Meski tak jarang cowok ini masih sering bersitegang dengan Daffin, tapi itu tidak menghalangi kedekatan mereka. Bahkan kabar bahwa Sagara menjadi teman si berandal sudah menyebar ke seluruh penjuru se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD