DEJAVU

1739 Words

Semua yang berangkat dalam perjalanan bisnis, menyelesaikan tugasnya lebih awal daripada deadline yang diberikan. Tentu saja menjadi momen yang sangat berharga, semuanya mengadakan pesta untuk merayakan keberhasilan mereka, tak tanggung-tanggung mereka berani memesan sebuah bir dengan kadar alcohol lumayan membuat mabuk. Semuanya meneguknya, kecuali Zeta yang memilih menghirup udara segar di balkon penginapan. Pertama kalinya melakukan perjalanan berhari-hari tanpa seorang ibu yang mendampinginya di sebelahnya. Genta yang sudah dalam keadaan setengah mabuk tertawa meremehkan begitu matanya menangkap sosok Zeta yang menurutnya gadis itu terlalu sok suci. Tidak ikut seperti rekan-rekannya yang lain tampak biasa saja menikmati pesta yang berjalan. “Lagi lihatin apa sih lo?” Tanya Dicky me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD