Lagi dan lagi dalam keramaian dan keheningan yang dirasakan Genta saja, lelaki itu menatap kepergian gadis yang sudah keluar dari supermarket dengan tatapan diam, ia tidak memungkiri dirinya bahwa kerinduannya setidaknya bisa berkurang. Ia menyayangkan sikapnya masih tinggi hati untuk sekedar menerima sapaan Zeta. Lebih tepatnya lelaki itu merasa belum siap dengan respon Zeta setelah lama tidak bertemu dengannya. Genta berfikir, Zeta akan menghindarinya dan juga enggan menyapanya. Namun justru bukan Zeta yang berperilaku seperti itu. Justru dirinya lah, Genta sendiri yang tampak angkuh dan melintas begitu saja di hadapan Zeta, padahal Genta sangat ingat sekali saat kedua bibir gadis polos itu hampir tersenyum kepadanya. Genta dan Rani pun Kembali ke hotel, berjalan beriringan tanpa ada

