Perusahaan masih sepi, meski ini sudah pagi hari dimana sang fajar sudah menampakkan diri. Namun belum ada karyawan yang terlihat, ada namun tidak seramai seperti pada jam yang mepet untuk memulai aktivitas kerja. Sedangkan Genta pada pukul tigapuluh menit sebelum masuk kerja dia sudah menyelesaikan dokumen yang telah ia buat. Ia kembali men-scroll satu dokumen yang telah ia tulis sejak tadi. Ia membaca ulang dari awal. Menelitinya agar tidak ada kesalahan. “Ta pagi banget lo datang! Perasaan juga tadi lo bangun paling terakhir.” Celetuk Sam yang baru saja datang dan berdiri di ambang pintu. Genta tidak bergeming, ia tidak ada niatan sama sekali untuk menjawab sapaan sahabatnya yang sudah datang. Ah bukan tidak berniat, lebih tepatnya dia tidak terlalu memperhatikannya. Ia masih sibuk

