TIGA PULUH EMPAT

1224 Words

Arfa mencoba untuk mendekati Sutedja yang tengha duduk bersantai d pagi hari. Ia ingin mencoba untuk membujuk kakeknya untuk mengantarnya sekolah.  "Kakek" panggil Arfa semanis mungkin pada Sutedja. Sutedja hanya melirik cucunya itu. "Kakek mau anterin Arfa ke sekolah gak?" tanya Arfa dengan hati-hati. Berharap kakeknya itu mau mengantarnya sekolah. "Gak" jawab Sutedja keras dan kasar.  "Gak ada waktu kakek nganterin kamu ke sekolah, lagian ngapain juga harus di anterin segala?Emangnya kakek supir kamu? Segala harus nganterin!" jawab Sutedja kemudian. Arfa tersentak mendengar ucapan kakeknya itu. Ia tidak bermaksud untuk memperlakukannya kakeknya seperti itu. Ia hanya ingin merasakan rasanya di antar kesekolah oleh kakeknya saja, seperti teman-temannya. Arfa pun bergegas pergi meni

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD