TIGA PULUH TIGA

1213 Words

"Ma, Arfa mau dong sekali-sekali di anterin ke sekolah sama kakek" ujar Arfa polos menunggu Maira memakai sepatu kerjanya. Kakek kamu aja kayaknya gak peduli sama kamu batin Maira. "Iya kapan-kapan ya, di anteri sama kakek" ujar Maira sambil mengelus rambut Arfa dengan sayang.  "Suster udah?"  Maira pada pengasuh putranya. Maira beserta putra dan pengasuhnya langsung menuju mobil untuk segera berangkat. Arfa melihat Bianca masuk ke dalam mobil Nico untuk berangkat sekolah. Di dalam hatinya, ia hanya bisa memendam rasa mendamba ingin juga di antar oleh ayahnya sendiri.  Namun ia memilih untuk memendamnya, Arfa tidak ingin membagi kesedihannya dengan ibnuya.  Setelah mengantar putranya sekolah, Maira langsung meluncur menuju kantor. Di perjalanan, Dito menelfonnya. "Halo Dit, kenap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD