Beberapa saat sebelumnya.... Langkah Shanum begitu cepat karena dia sudah tidak tahan dengan desakan buang air kecil. Dia tidak terlalu kesulitan mencari karena sudah tersedia toilet di aula yang kini sedang diadakan pesta. "Ah, itu toiletnya." Bergegas Shanum makin mempercepat langkahnya, ketika menemukan tempat tujuannya. Namun, tiba-tiba langkahnya memelan saat terdengar suara seseorang sedang berbincang dari dalam. 'Kenapa ada suara pria di toilet khusus wanita?' Awalnya Shanum merasa kesal karena ada seorang pria di dalam toilet khusus wanita. Dan karena hal itu, dia pun terpaksa menunda masuk ke dalam toilet yang nampak sepi itu. Perbincangan di dalamnya lama kelamaan membuat Shanum bergidik—merasa jijik. 'Apa yang mereka lakukan di dalam sana? Mereka gila berbuat m***m di tem

