kelelahan

1376 Words

Lidya merebahkan tubuhnya di sofa panjang khusus tamu dan memegang wajah dengan kedua tangannya sembari mengumpat kesal. Pria bodoh tidak bisa diandalkan. Ia mengambil handphone di atas meja dan mengetik nama Sarah sahabatnya untuk berbagi kekesalan yang tengah ia rasakan saat ini. Dua kali deringan sambungan teleponnya tidak diangkat juga hingga ketiga kalinya ia mencoba langsung mendapat jawaban. “Sarah. Sesibuk itu kah kau? Hingga teleponku tidak diangkat,” kata Lidya pada Sarah. Lidya mengeryitkan keningnya saat mendengar suara-suara aneh di seberang teleponnya. Seperti suara orang melakukan kegiatan panas. Ia menggelengkan kepala karena menelepon di waktu yang tidak tepat. “Apa yang kau lakukan?” teriak Lidya frustasi. “Ah… uhhhmm. Halo sayang, aku sedang menari eroti…is, yah!...

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD