Rafael sedang bekerja di kantornya saat dering telepon terdengar. Ia melirik ponselnya dan melihat itu adalah panggilan dari sekolah Ansel. "Halo," ucapnya setelah mengangkat panggilan. "Maaf, Tuan, saya ingin mengabarkan bahwa Ansel sedang sakit. Dia tidak mau pulang kalau bukan anda yang menjemputnya," ucap Brian dari seberang telepon. "Apa? Sakit? Bagaimana anakku bisa sakit?!" Rafael berdiri dari duduknya dan menggebrak meja kerjanya. "Maaf, Tuan, tadi, tiba-tiba saja dia mengeluh sakit di bagian perut. Saat saya bertanya, katanya, rasa sakit itu tiba-tiba saja datang. Dia tidak mau pulang bersama pengawalnya. Dia hanya ingin pulang bersama anda." "Dasar tidak becus! Ya sudah! Aku akan segera kesana!" Rafael mematikan panggilan, lalu menoleh ke arah Mark yang tampak khawatir. "B

