Satu minggu kemudian. Meira berjalan tergesa-gesa. Langkahnya terkesan cepat, bahkan setengah berlari menuju kamar di mansion Rafael. Sejak Rafael memberitahunya tadi pagi perihal Wulan yang ditemukan, Meira langsung datang setelah mendapatkan izin dari Rafael. "Nyonya, pelan-pelan, saja, nanti anda bisa terjatuh," ucap Mark yang berjalan di belakang Meira. "Maaf, Mark, aku hanya ingin segera bertemu dengan Wulan." Meira masih mempercepat langkahnya tanpa mengindahkan perkataan dari Mark. Rafael sendiri saat ini sedang ada pertemuan dengan kliennya yang bernama Reino, makanya, ia menyuruh Mark menemani Meira. "Mark, dimana kamarnya?" tanya Meira sambil melihat ke beberapa pintu yang ada di lantai dua. "Yang terdapat dua penjaga, Nyonya. Wulan sangat dijaga ketat di sini," ujar Mark

