Sejak awal Danita tau bahwa keluarga Handoyo memiliki 3 putra. Namun, seperti Ditrian yang jarang dibicarakan oleh lingkungan sosial mereka. Si bungsu dari keluarga itu juga jarang muncul ke publik. Seolah keberadaannya memang ditutup rapat oleh keluarga itu sendiri. Itulah kenapa melihat pemuda yang tampak gugup berdiri di sampingnya sedari tadi ini, Danita bisa menebak bahwa dialah si bungsu keluarga Handoyo. “Jangan merasa bersalah.” Kalimat itu sukses membuat Kiano mengangkat wajahnya yang sedari tadi menunduk. Danita menarik sudut-sudut bibirnya ke atas, memberikan seulas senyum menenangkan. “Kakak sendiri yang memutuskan untuk maju ngelindungin kamu, jadi jangan merasa bersalah.” “Tapi—“ “Sepertinya kamu tidak masuk ke yayasan keluarga Padma seperti anak-anak konglomerat lainnya.”

