Perpecahan di Tengah Badai

1306 Words

Nox menghilang dalam kilatan cahaya hitam pekat, menyisakan kekosongan dan seribu pertanyaan yang menggantung di udara Kompas Bintang. Kata-kata terakhirnya—permintaan maaf yang putus asa, pengakuan bahwa ia dipaksa—menusuk hati Senja dan Bayu lebih dalam dari segala serangan Ketiadaan Mutlak. Pengkhianatan adalah racun yang merayap di dalam jiwa, jauh lebih perih daripada luka fisik. "Maafkan aku... aku tidak ingin melakukan ini... tapi aku tidak punya pilihan lain... dia akan menghancurkan segalanya jika aku tidak mematuhinya..." Bisikan Nox masih terngiang, menambah lapisan misteri pada antagonis licik yang berhasil kabur dengan inti kehampaan. Tepat setelah Nox menghilang, ketiga Manifestasi Ketiadaan Mutlak di luar sana meraung murka, raungan mereka kini dipenuhi rasa pengkhianatan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD