Bisikan dingin itu merasuk ke dalam benak Senja, mengguncang jiwanya hingga ke inti. "Selamat datang... saudari." Suara itu, yang selama ini ia kenali sebagai kehampaan yang mengancam, kini terasa lebih dekat, lebih personal, seolah ada ikatan tersembunyi yang baru saja terungkap. Liontin di lehernya berdenyut dengan cahaya hitam yang menakutkan, memancarkan aura dingin yang membuat bulu kuduknya berdiri. Bayu dan Arya menatap Senja dengan cemas, merasakan perubahan drastis dalam auranya. Cahaya hitam yang memancar dari liontinnya kontras dengan sisa-sisa cahaya perak ibunya yang masih samar di udara. "Senja? Apa yang terjadi?" tanya Bayu khawatir, meraih tangannya. Namun, Senja menarik tangannya tanpa sadar, matanya menatap kosong ke depan. "Saudari? Apa maksudnya?" gumam Arya, raut wa

