Ratusan, mungkin ribuan rantai kegelapan melesat dari retakan dimensi yang menganga lebar di langit, menyembur keluar secepat kilat. Mereka meluncur liar, seolah-olah punya kehendak sendiri, mengincar Arya, kedua Senja, Bayu, dan Pengrajin Dimensi. Rantai-rantai itu tampak lapar—haus akan jiwa, ingin menyeret mereka kembali ke pelukan dingin dan sunyi dari Ketiadaan Mutlak. “Awas!” teriak Senja—atau Nox—dengan nada nyaris serak, sebelum tubuhnya melesat ke depan, mendorong Arya dan Pengrajin Dimensi menjauh dari bahaya. Mata Senja masih menyala samar dengan kilau biru pucat, sisa-sisa kekuatan kuno yang belum sepenuhnya padam. Ia dan Senja lain—kembarannya dari garis waktu berbeda—bergerak serempak, mundur menghindari lilitan rantai yang menari di udara seperti ular-ular hitam. Bayu, yan

