Kata-kata Tetua Bintang yang tiba-tiba bergema memecah ketegangan yang mencekam. "Ingatan... ingatan yang hilang... ada di dalam... jantung yang berdenyut... bukan kehampaan... tapi cinta... yang abadi..." Mata purba Tetua Bintang itu tertuju langsung pada artefak di tangan Ketiadaan Mutlak, dan untuk sesaat yang membingungkan, jantung kehampaan itu tampak bergetar dan memancarkan cahaya putih keperakan yang redup, kontras dengan kegelapan yang biasanya melingkupinya. Ketiadaan Mutlak terdiam, menatap artefaknya sendiri dengan ekspresi bingung dan sedikit terkejut. "Apa...? Jantung kehampaan... bercahaya...? Omong kosong macam apa ini?!" Senja-"Nox" menatap Tetua Bintang dan kemudian artefak di tangan Ketiadaan Mutlak dengan mata melebar. "Cinta...? Mungkinkah... inti dari Ketiadaan Mutl

