Keputusasaan menyelimuti lubang maut. Udara menipis, dan energi kehampaan merayap masuk, mengisap setiap tetes kehidupan. Di atas mereka, antagonis misterius mengangkat tangannya, siap melancarkan pukulan terakhir. Tiba-tiba, teriakan Arya memecah keheningan yang mencekam, suaranya parau namun penuh penemuan yang mengerikan. "Aku tahu bagaimana kita bisa keluar dari sini! Ada celah! Tapi kita harus melakukan sesuatu yang gila... dan hanya satu dari kita yang bisa melakukannya!" Mata Arya, yang tadinya dipenuhi kengerian, kini memancarkan tekad membara, berpacu dengan waktu. Ia menatap Bayu, lalu ke arah Lyra dan adiknya, wajahnya penuh kesadaran akan pengorbanan besar. "Kita harus menciptakan ledakan resonansi yang akan membuka retakan temporal darurat... tapi itu membutuhkan pengorbanan

